Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Maka pada suatu pagi yang hening
kutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,
sebagaimana benih yang lama tersembunyi
tiba-tiba mengenal musimnya.
Tiada aku menanamnya dengan sengaja,
tiada pula aku memanggilnya untuk menuai.
Namun ia bersemi jua
di antara banyak luka.
Dan sejak saat itu
setiap hari terasa lebih luas,
seraya dunia mengetahui
ada sesuatu yang hidup di dadaku dengan buas.
Pada tepi sungai yang panjang
aku memandang arus yang tiada lelah.
Air mengalir dengan setia
menyentuh batu yang diam.
Demikianlah cintaku, sayang,
tiada riuh, tiada memaksa.
Ia hanya datang berulang-ulang,
dengan kesabaran yang sama.
Dan batu yang lama terdiam itu
perlahan menjadi halus,
oleh sentuhan yang tak pernah jemu.
Tatkala hari berjalan perlahan
dan matahari condong ke barat,
aku duduk di sisimu
tanpa keperluan akan banyak kata.
Waktu mengalir di antara kita
laksana sungai yang tenang.
Tiada yang terburu menuju hilir,
tiada yang menoleh ke hulu.
Pada saat-saat itulah
aku mengetahui satu perkara
cinta kadang hadir
dalam sepi yang saling mengerti.
Telah lama pintu hatiku tertutup
oleh musim yang silih berganti.
Namun engkau datang dengan langkah ringan,
membawa cahaya yang tak memaksa.
Engkau tidak mengetuk dengan gaduh,
tidak pula memohon untuk masuk.
Akan tetapi entah bagaimana
pintu itu terbuka dengan sendirinya.
Dan di dalam ruang yang lama sunyi itu
cinta berjalan secara perlahan,
menyusun kembali harapan
yang pernah tercerai-berai oleh kenangan.
Nyanyian bagi Nama yang Dihafal
Pada banyak malam yang tenang
aku menghafal namamu perlahan.
Setiap hurufnya kusimpan
di antara kedip yang setia.
Tiada seorang pun mengetahui
betapa dalam ia berdiam.
Sebab cinta sering memilih sunyi
sebagai tempat tinggalnya.
Namun tiap kali namamu tersebut
dunia terasa lebih dekat
seakan segala yang jauh
datang menghampiri hatiku.
.
Penulis: Alfiansyah Bayu Wardhana
Editor: Adnyana Ole
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...