Puisi-puisi A Jefrino-Fahik | Bonito, Kemerdekaan, Kamar Kita
Bonito kau, laki-laki duniapergi dengan kuas sendirimelukis apa puntak pernah dikenal duniadan hatimu ialah kabut tenanglah di dalam langkahmutak ada khotbah moral di situta...
Bonito kau, laki-laki duniapergi dengan kuas sendirimelukis apa puntak pernah dikenal duniadan hatimu ialah kabut tenanglah di dalam langkahmutak ada khotbah moral di situta...
Lebaran Bersama Tuhan Takbirku menyusup di antara ladang dosa di bawah timbunan mimpiWiridku tak pernah putus oleh genderang duniawi berjibun janjiDoaku meruah di tengah gelisa...
PELURU TERAKHIR 1.saat peluru satu-satunyamelesat tepat menembus jantungnafsu membelenggukatamukau berhasil membidik buruanyang menyelinapdi balik batu saat ituberakhir suda...
ZARIFIUM Langit hari itu mengandung muatan emosiYang dikubur terlalu lama dalam pori-pori langitHingga berubah menjadi semacam zat yang tak bisa larut. Udara menjadi berat o...
Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai pe...
JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik adalah sunyiyang pant...
MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya tebal, tak tembus panas...
Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening itu tetap menetes da...
LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan p...
Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada ingatan yang dikhianatioleh piki...
Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak kenal jumpaMerindu takwa yang yang selalu tiadaAku...
Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema heroiksung...
Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku dengar dari kejauhanderap s...
Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras dan berkeringat,robustaku bagaikan buruh p...