Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Maka pada suatu pagi yang hening
kutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,
sebagaimana benih yang lama tersembunyi
tiba-tiba mengenal musimnya.
Tiada aku menanamnya dengan sengaja,
tiada pula aku memanggilnya untuk menuai.
Namun ia bersemi jua
di antara banyak luka.
Dan sejak saat itu
setiap hari terasa lebih luas,
seraya dunia mengetahui
ada sesuatu yang hidup di dadaku dengan buas.
Pada tepi sungai yang panjang
aku memandang arus yang tiada lelah.
Air mengalir dengan setia
menyentuh batu yang diam.
Demikianlah cintaku, sayang,
tiada riuh, tiada memaksa.
Ia hanya datang berulang-ulang,
dengan kesabaran yang sama.
Dan batu yang lama terdiam itu
perlahan menjadi halus,
oleh sentuhan yang tak pernah jemu.
Tatkala hari berjalan perlahan
dan matahari condong ke barat,
aku duduk di sisimu
tanpa keperluan akan banyak kata.
Waktu mengalir di antara kita
laksana sungai yang tenang.
Tiada yang terburu menuju hilir,
tiada yang menoleh ke hulu.
Pada saat-saat itulah
aku mengetahui satu perkara
cinta kadang hadir
dalam sepi yang saling mengerti.
Telah lama pintu hatiku tertutup
oleh musim yang silih berganti.
Namun engkau datang dengan langkah ringan,
membawa cahaya yang tak memaksa.
Engkau tidak mengetuk dengan gaduh,
tidak pula memohon untuk masuk.
Akan tetapi entah bagaimana
pintu itu terbuka dengan sendirinya.
Dan di dalam ruang yang lama sunyi itu
cinta berjalan secara perlahan,
menyusun kembali harapan
yang pernah tercerai-berai oleh kenangan.
Nyanyian bagi Nama yang Dihafal
Pada banyak malam yang tenang
aku menghafal namamu perlahan.
Setiap hurufnya kusimpan
di antara kedip yang setia.
Tiada seorang pun mengetahui
betapa dalam ia berdiam.
Sebab cinta sering memilih sunyi
sebagai tempat tinggalnya.
Namun tiap kali namamu tersebut
dunia terasa lebih dekat
seakan segala yang jauh
datang menghampiri hatiku.
.
Penulis: Alfiansyah Bayu Wardhana
Editor: Adnyana Ole
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...