Rumor Demo 4 November - Provokasi Media dan Jurnalisme Damai
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Penyanyi Nanda Candra resmi merilis single terbarunya berjudul “Setara”, sebuah lagu yang mengangkat tema harga diri, batas emosional, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang tidak lagi sehat.
Ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo, “Setara” menggambarkan perjalanan seseorang dalam menemukan kembali nilai dirinya setelah bertahan terlalu lama dalam relasi yang timpang.
Lagu ini menyoroti kondisi ketika kesetiaan dibalas kebohongan, perhatian dianggap berlebihan, dan usaha mempertahankan hubungan hanya datang dari satu pihak.
“Lagu ini lahir dari kisah yang sangat dekat dengan banyak orang. Ada momen ketika kita sadar bahwa kita sudah terlalu jauh mengalah, terlalu sering memaklumi, sampai akhirnya paham bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus bersama seseorang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita,” ujar Nanda Candra.
Single “Setara” dibawakan oleh Nanda Candra, ditulis, dikomposisi, dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo di bawah naungan NAW Music. Aransemen musik dikerjakan oleh Afif Gifano yang juga mengisi permainan keys, piano, bass, serta komposisi string. Gitar diisi oleh Made Dien.
Proses pengarahan vokal dan rekaman vokal dilakukan oleh Dennis Nussy di Kay Music Studio. Backing vocal diisi oleh Nanda Wijoyo dan Nanda Candra.
Lagu ini melalui proses mixing dan mastering oleh Eko Sulistiyo, serta dipublikasikan oleh PT Indo Semar Sakti.
Melalui lirik yang jujur dan emosional, “Setara” menyampaikan pesan bahwa cinta yang sehat tidak menuntut pengorbanan sepihak. Lagu ini menegaskan bahwa keberanian untuk pergi juga merupakan bentuk cinta kepada diri sendiri, sekaligus langkah untuk memulihkan harga diri.
Nanda Candra berharap “Setara” dapat menjadi penguat bagi pendengarnya, terutama mereka yang sedang berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan, serta menjadi pengingat bahwa cinta seharusnya dijalani dalam posisi yang setara.
Single “Setara” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. [T][R]
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Hai Gess! Kenken Kabare, Gess? Nu inget nyoblos, Gess? Calon Tunggal di Buleleng jani, Gess. Memusuh jak KOTAK KOSONG, Gess. Musuh ngenah aluh ngelawan! Musuh sing ngenah, kaden al...
Sekilas MEA ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 20...
BELAJAR dari figur dan tokoh perempuan, itulah barangkali pesan utama dari buku kumpulan cerpen berbahasa Bali terbaru I Made Suarsa, “Luh-Luh”. Buku ini memuat 19 cerpen yang kese...
Dear para jomblo di muka Bumi ini, Aku adalah kawanmu yang masih setia. Menjomblo bersama kalian adalah sebuah anugerah tak terbatas. Terima kasih karena kalian juga masih setia...
TIDAK banyak yang mengira bahwa kini masyarakat Eropa ternyata malas dalam mempelajari bahasa asing. Meski perkembangan pendidikan di Eropa sangatlah pesat, siapa sangka bahwa mere...
Prodi Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha, Singaraja, menggelar pameran bertajuk “Qilin” (Membaca Sosial Budaya Warga Pecinan Kota Singaraja) di Neka Art Museum, Jalan Sanggingan C...
SARJANA. Bak mobil yang telah turun kastanya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer. Sarjanapun, maknanya semakin memudar. Terlalu banyak sarjana modern yang merasa sal...
ANDA pernah jatuh cinta? Baiklah, yang sudah pernah jatuh cinta sebelumnya pasti akan mengerti tentang pembahasan kali ini. Jika belum pernah, sayang sekali, anda hanya akan bisa...
Cerpen: Komang AstiariAKU rindu kampung halaman. Aku rindu nenek. Kepergiannya masih menyakitkan bagiku, batinku belum mampu menerima dia sudah pergi, selamanya. Apakah Tuhan mengg...