Malam Minggu bagi “Darah Muda”: Tak Sekadar Pacaran
PERNAHKAH tersirat di pikiran anda apa itu “Malam Minggu”? Dan apa bedanya dengan “Sabtu Malam”? Rasanya hanya beda istilah dengan makna yang sama. Istilah mana yang lebih sering a...
Penyanyi Nanda Candra resmi merilis single terbarunya berjudul “Setara”, sebuah lagu yang mengangkat tema harga diri, batas emosional, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang tidak lagi sehat.
Ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo, “Setara” menggambarkan perjalanan seseorang dalam menemukan kembali nilai dirinya setelah bertahan terlalu lama dalam relasi yang timpang.
Lagu ini menyoroti kondisi ketika kesetiaan dibalas kebohongan, perhatian dianggap berlebihan, dan usaha mempertahankan hubungan hanya datang dari satu pihak.
“Lagu ini lahir dari kisah yang sangat dekat dengan banyak orang. Ada momen ketika kita sadar bahwa kita sudah terlalu jauh mengalah, terlalu sering memaklumi, sampai akhirnya paham bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus bersama seseorang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita,” ujar Nanda Candra.
Single “Setara” dibawakan oleh Nanda Candra, ditulis, dikomposisi, dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo di bawah naungan NAW Music. Aransemen musik dikerjakan oleh Afif Gifano yang juga mengisi permainan keys, piano, bass, serta komposisi string. Gitar diisi oleh Made Dien.
Proses pengarahan vokal dan rekaman vokal dilakukan oleh Dennis Nussy di Kay Music Studio. Backing vocal diisi oleh Nanda Wijoyo dan Nanda Candra.
Lagu ini melalui proses mixing dan mastering oleh Eko Sulistiyo, serta dipublikasikan oleh PT Indo Semar Sakti.
Melalui lirik yang jujur dan emosional, “Setara” menyampaikan pesan bahwa cinta yang sehat tidak menuntut pengorbanan sepihak. Lagu ini menegaskan bahwa keberanian untuk pergi juga merupakan bentuk cinta kepada diri sendiri, sekaligus langkah untuk memulihkan harga diri.
Nanda Candra berharap “Setara” dapat menjadi penguat bagi pendengarnya, terutama mereka yang sedang berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan, serta menjadi pengingat bahwa cinta seharusnya dijalani dalam posisi yang setara.
Single “Setara” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. [T][R]
PERNAHKAH tersirat di pikiran anda apa itu “Malam Minggu”? Dan apa bedanya dengan “Sabtu Malam”? Rasanya hanya beda istilah dengan makna yang sama. Istilah mana yang lebih sering a...
SEBAGAI mahasiswa yang menuntut ilmu di universitas yang bergerak dalam bidang keguruan, tentu “kegiatan mengajar” tidak lagi asing di telinga mereka. Bahkan “kegiatan mengajar” ak...
Bapak/Ibu Guru yang kami cintai, pidato ini saya buka dengan kutipan dari penyair Kahlil Gibran… “Cinta tidak punya hasrat selain mewujudkan maknanya sendiri.” BEGITU bijaknya Ka...
GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha. Dewasa ini, guru...
MELIHAT pendidikan Indonesia memasuki milineum ketiga, ketika teknologi digital melahirkan generasi baru (generasi Y), makin kentara paradoks dunia pendidikan, biang kerok stagnasi...
SEBUAH percakapan mengejutkan di ruang kelas: Saya : Anak-anak, kalian punya cita-cita? Ada yang jawab punya, ada yang menjawab tidak. Saya lontarkan pertanyaan ini kepad...
DUNIA ini adalah panggung sandiwara. Tuhan penulis skenario sekaligus sebagai sutradara. Dan kita umat manusia sebagai aktornya. Segala sesuatu yang kita lakukan sudah ada skenari...
POLITIK mungkin sesuatu yang asing bagi saya terutama mengenai politik praktis. Memang sedikit paham, secara garis besar politik didefinisikan sebagai “ilmu mempengaruhi”. Sebagai...
HARI masih pagi. Jarum jam baru menunjukkan pukul 08.30. Namun entah mengapa, matahari bersinar begitu terik. Meski begitu, suasana di Lapangan Umum Desa Bebetin, terlihat riuh. Pu...
MEDIA massa baik itu cetak maupun elektronik setahu saya adalah sebagai “tukang lapor” kepada masyarakat luas terhadap apa yang terjadi pada suatu tempat dan suatu waktu di belahan...