Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
waktunya untuk kembali mencintai hujan
menanamnya ke sebatang pohon
seperti tersimpan dalam pantun dan gurindam
hujan adalah anime air mata
langit menangis pada kemarau
seperti ditemukan di tengah lagu anak-anak
pohon menjadi rumah singgah bagi hujan
sebelum melanjutkan perjalanan ke laut lepas
seperti api tungkus lumus bertemu air
waktunya untuk kembali mencintai hujan
2025
bulan sabit merah di langit
ad summa ad terra
hidup terkadang lebih gelap dari puisi
lebih abstrak dari lukisan. lebih absurd dari teater
berbicara dari masa lalu dunia nyata
matahari menghilang di antara kabel serat optik
bulan hitam. bulan putih
hanyut tenggelam ke ufuk maut
burung berkabung untuk seorang penyair
yang tidak lagi sanggup menulis puisi
2025
#1000 hari ULP#
kau beri warna angin pada kuda api
kuda dari masa kanak-kanakmu
kuda merah. kuda putih. kuda hitam
kau lukis dengan debu di tanah kering
kau beri uap api pada kuda api
kuda yang menggaris laut dan gunung
kuda angin. kuda air. kuda api
kau pacu dengan hening dalam kesunyianmu
kau beri aroma air pada kuda api
kuda pada sajak hari tuamu
2025
jangan ganggu puisiku. ½ lingkaran
dari lingkaran daur ulang mimpi basah
siapa yang menjagaku
lapuk sendirian menulis puisi
di penangkaran buaya muara
dan lumba-lumba airtawar
di sungai yang mengering
di kegelapan malam
aku menyandang demam seumur hidup
sepanjang tanah yang mencair
menyalakan cahaya di malam abadi
ketika hujan tidak menyentuh tanah
aku mintakan doa peluruh rindu
jamur yang tumbuh di bawah tanah
aku menemukan rahasia patina ini
tahun tanpa musim hujan
2025
aku mengusap wajahku
hujan asam. keringkan peluh wajahku
wajah. yang bukan wajahku
tapi wajahmu :
kelinci air. penderita cacar api
lapar wortel bunga
tanganku beku
kabut asap bekukan tanganku
tangan yang tak kuasa
memetik lagi, hari yang hijau
1000 bulan. bumi tanpa bulan
1001 malam. bumi tanpa malam
tanganku hanya menuliskan puisi
sebuah sajak. satu bait, satu kata
tanpa tanda baca
tergenang air mata. puisi itu terbakar
2025
.
Penulis: Sinduputra
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...