Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
waktunya untuk kembali mencintai hujan
menanamnya ke sebatang pohon
seperti tersimpan dalam pantun dan gurindam
hujan adalah anime air mata
langit menangis pada kemarau
seperti ditemukan di tengah lagu anak-anak
pohon menjadi rumah singgah bagi hujan
sebelum melanjutkan perjalanan ke laut lepas
seperti api tungkus lumus bertemu air
waktunya untuk kembali mencintai hujan
2025
bulan sabit merah di langit
ad summa ad terra
hidup terkadang lebih gelap dari puisi
lebih abstrak dari lukisan. lebih absurd dari teater
berbicara dari masa lalu dunia nyata
matahari menghilang di antara kabel serat optik
bulan hitam. bulan putih
hanyut tenggelam ke ufuk maut
burung berkabung untuk seorang penyair
yang tidak lagi sanggup menulis puisi
2025
#1000 hari ULP#
kau beri warna angin pada kuda api
kuda dari masa kanak-kanakmu
kuda merah. kuda putih. kuda hitam
kau lukis dengan debu di tanah kering
kau beri uap api pada kuda api
kuda yang menggaris laut dan gunung
kuda angin. kuda air. kuda api
kau pacu dengan hening dalam kesunyianmu
kau beri aroma air pada kuda api
kuda pada sajak hari tuamu
2025
jangan ganggu puisiku. ½ lingkaran
dari lingkaran daur ulang mimpi basah
siapa yang menjagaku
lapuk sendirian menulis puisi
di penangkaran buaya muara
dan lumba-lumba airtawar
di sungai yang mengering
di kegelapan malam
aku menyandang demam seumur hidup
sepanjang tanah yang mencair
menyalakan cahaya di malam abadi
ketika hujan tidak menyentuh tanah
aku mintakan doa peluruh rindu
jamur yang tumbuh di bawah tanah
aku menemukan rahasia patina ini
tahun tanpa musim hujan
2025
aku mengusap wajahku
hujan asam. keringkan peluh wajahku
wajah. yang bukan wajahku
tapi wajahmu :
kelinci air. penderita cacar api
lapar wortel bunga
tanganku beku
kabut asap bekukan tanganku
tangan yang tak kuasa
memetik lagi, hari yang hijau
1000 bulan. bumi tanpa bulan
1001 malam. bumi tanpa malam
tanganku hanya menuliskan puisi
sebuah sajak. satu bait, satu kata
tanpa tanda baca
tergenang air mata. puisi itu terbakar
2025
.
Penulis: Sinduputra
Editor: Adnyana Ole
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...