Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Rock bukan hanya "cadas" tetapi juga ratapan. Ia bukan sekadar ledakan suara, tetapi juga jeritan luka yang dalam.
Dengarlah, misalnya Belladonna oleh UFO. Bagaimana Phil Mogg, rocker macho ini mengoyak imajinasi dengan suara yang perih; suara seorang pria yang terluka ketika cinta berubah jadi racun: the fingers of poison like needles in the drivin' rain.
Kita telah terhipnotis olehnya sejak 1976 dengan melodi dan lirik yang mengiris. Lagu yang mencengangkan terutama karena aransemennya dengan eksperimen gitar Michael Schenker yang menyengat.
Tetapi selalu ada misteri di balik nama Belladonna. Nama itu dipilih tentu ada tujuannya, ada gagasan di baliknya. Itu yang coba kita gali. Belladonna, nama yang indah, telanjur membawa imajinasi kita kepada sosok gadis menawan berbalut cahaya. Dalam bahasa Italia, Bella donna konon berarti "wanita cantik". Dan sejak semula, orang juga telah membuat banyak cerita dan spekulasi tentang siapa Belladonna yang dimaksud pada lagu ini.
Belladonna adalah cinta yang pahit, kasih yang berubah jadi sakit, keindahan yang beracun. Dan kenyataannya, penulis lagu ini sesungguhnya berangkat dari gagasan sederhana bahwa di balik sesuatu yang meski tampak indah selalu tersimpan bayang-bayang menyakitkan.
Maka belladonna adalah metafora untuk ide tersebut. Seperti Irma, Maria, Katrina, Iniki, Emily, Katia, yang merupakan nama-nama puitis, manis, dan indah yang mengasosiasikan kita pada sederetan gadis anggun, lembut mempesona, namun kita tahu semuanya itu adalah nama-nama badai yang paling mematikan di dunia.
Metafora ini tidak datang begitu saja. Belladonna sendiri merujuk pada nama tanaman mematikan: Atropa belladonna, yang indah sekaligus beracun yang juga dikenal sebagai "deadly nightshade" (bayang-bayang mematikan). Tanaman ini memiliki sifat sangat beracun dan menyebabkan kematian jika dikonsumsi tanpa kendali.
Dari situlah tampaknya gagasan lagu UFO dimulai, dan lagu ini memang sebuah cerita sederhana, seperti tanaman dengan daun beracun. Tapi musik rock berhasil menggubahnya menjadi nada-nada berjiwa, penuh emosi yang hidup, misterius sekaligus menggetarkan. Seperti si gadis Belladonna itu: Indah, tetapi menyakitkan. Mempesona, tetapi menyimpan kuku racun.
And you moving silence, the tea so delicately laced/
How you've learned to hate so much/
Out of reach, out of touch
Anda akan terkejut melihat racun apa yang seringkali tersembunyi di balik kamuflase yang paling indah, kata sebuah ungkapan. Ini mengajarkan pentingnya melihat melampaui penampilan luar dan mempertimbangkan sifat tersembunyi dari sesuatu.
Dan dengan suara gritty, Phil Moge lalu berucap:
How you've learned to hate so much/
So smile discreetly as you watch with such grace/
Now I must slip away…
Ya, betapapun pahit, ada saatnya kita harus membuat pilihan, pergi menjauh, sebab luka memang sering berasal dari sesuatu yang kita anggap istimewa. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...