Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
Aku ingat saat itu
kau menjagaku
dalam waktu yang
kauhitung satu persatu
Begitu nyaman aku
ketika kau bentangkan payung
meneduhkanku
dari malam hitam berganti biru
Jelas kuingat hari itu
kau terbaring layu dan selalu
titipkan pesan untukku
Kapan lagi kutemui senyumanmu
yang sepuluh tahun lalu itu?
Kini jika sampai payungmu robek
dan air menetes
dari celah-celah yang terkoyak
aku ingin genangannya
membasuh tubuhku
Kuingin kau tak menyirami
tubuhmu sendiri
meski pun itu terjadi
seperti yang kau minta
di hari penantian nanti.
Di kehidupan kedua
mungkin kau tak sama seperti
biasanya, tapi janganlah kau
tangisi diriku
dan tinggalkanlah semua
gelisah matamu
Singaraja, 2025
Pemuda rumahan, trotoar pinggir jalan
yang basah penuh air hujan
Pemuda sekolahan, kembali hidup-hidup
dari kanvas corat-coret kemarin malam
Mencari pelarian yang sudah basi
seperti warna-warni foto selfie.
Melukiskan diri sendiri dengan
obsesi tenang tanpa henti
Anak tanpa nama validasi
mengisi kamar haus mimpi-mimpi
Dan kapan lagi ia menikmati waktu
penuh tekstur keras kasar imajinasi
“Apa kau sudah cukup, Anak Pendrama!”
Panggil saja drama-drama yang
lama-lama menjadi nyata,
mengalir dari arteri menuju diafragma
Dor!
Dor!
Dor!
Tembakan penghancur gelisah
menjadi dasar keresahan
orang-orang sekitar
“Haruskan aku menikmati derita diri sendiri?”
Anak yang tak puas-puas
berpesan dalam bentuk lukis-lukis dirinya
di buku hitam kesayangan
Menyebar layaknya kanker
yang jadi dua tak karuan-karuan
membelah sel-sel dalam lukisan
merah pekat tanpa tujuan
“Bolehkah aku terbang jauh, dan
mengepakkan sayap menuju langit-langit
kurungan bingkai kanvas usang
sekali saja.”
Dor!
Dor!
Dor!
“Hidup pun sekali-kali,
kapanku benar-benar
hidup seperti lukisanku, delapan
puluh tahun lagi.“
Singaraja, 2025
“Namaku Sakra!
Manusia penuh senyum di
tengah-tengah masyarakat
menengah.”
“Namaku Sakra!
Manusia munafik di
tengah-tengah kericuhan
tanpa belas kasihan.”
Aku dan Sakra yang menari saling
melengkapi, berterima kasih pada
diri sendiri sepenuh hati
Aku dan Sakra yang hipokrit
bersama-sama, tawa penuh
kepura-puraan pada orang-orang
sekitar
Singaraja, 2025
Bangun di ruangan sunyi;
tolong jangan cari aku, tuan.
Kurung diri di kamar sendiri;
anggap saja aku mati, tuan.
Singaraja, 2025
Kau yang baik di sana
berisi doa sialan keluarga berbisa;
siapa peduli!
Kau yang bawa uang mati
ke rumah barumu;
makanlah diriku lagi, sahabatku.
“Siapa yang akan datang ke rumahmu nanti?”
“Siapa yang sedih bila kau pergi?”
Jangan tarik aku ke dalam rumah barumu!
Jangan bujuk aku ke kamar-kamar kecil itu!
Singaraja, 2025
.
Penulis: Kadek Wisnu Oktaditya
Editor: Adnyana Ole
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...