Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
(Dibacakan di Rumah Berdaya Denpasar, pada pembukaan pameran lukisan “Ekspresi Kebahagiaan, Sabtu 27 September 2025)
Suara-suara itu
Makin mengganggu
Aku tak paham lagi
Mana nyata
Mana tak nyata
Obat penenang
Tak mampu hilangkan
Kecemasanku
Siapa yang sakit
Sebenarnya?
Kau tak mengerti
Kesedihanku
Kesendirianku
Seorang anak
Rindukan ibunya
Di rumah sakit
Mengigau
Memanggilmu
Kita begitu jauh
Kelahiran hanya urusan
Karma semata
Tiba-tiba aku merasa
Seperti Karna
Membenci Kunti
Sudahlah Ibu!
Kita sudahi permainan ini
Kutelan kepahitan
Bagai obat yang kuminum
Bertahun-tahun lamanya
2014
Ada yang bilang kita adalah pecundang
Kalah oleh pertikaian yang tak sepadan
Siapakah pemenang di antara kita?
Saat hidup kian terasa menyakitkan
Obat tersimpan di saku celana lusuh
Setiap hari ingatkan kita kelu masa lalu
Terbuang, di belantara nasib yang raib
Orang-orang tertawa tak jua menolong
Pada ujung senja, kita bertemu di halaman
Wajah lelah dan tawa tak henti berderai
Melihat hari yang tampak bagai lelucon
Sandiwara. Semua menjadi begitu lucu!
Mari nyanyikan lagu-lagu kesedihan
Walau air mata tak bisa keluar lagi
Di hari ulang tahunmu, kita akan bertemu
Secangkir kopi dan obrolan penuh makna
Terbayang akan nasib kawan-kawan kita
Mereka hanya ingin sembuh dan bekerja
Kalah oleh delusi dan dikejar kecemasan
Dibunuh waktu, tak berdaya, akhirnya mati
Harapan. Hanya itu yang kini tersisa.
Kulihat senyum mengembang pagi ini
Di halaman koran, berita tak lagi sama
Pada kita yang pernah berlari telanjang
Di jalan waktu yang tenyata telah berlalu
Menjadi kenangan, pelajaran hidup abadi
2020
'Tidur jam berapa semalam? Apakah
tidurmu nyenyak, apakah bermimpi buruk
sehingga engkau terbangun tengah malam?
Lalu terjaga hingga suara ayam berkokok
tanda pagi hari menjelang?"
Tak ada yang bertanya itu, kecuali dokter
yang setia menemaniku. Orang-orang sibuk
dengan dirinya sendiri; menatap layar ponsel
pintar, tersenyum dan tertawa sendiri bagai
orang sakit jiwa. Mereka tidak menyadari.
Hidup di kamar sempit bersama ego
yang kian besar. Kenyang sendiri,
tak peduli tetangga belum makan,
menahan lapar karena upah habis
jauh sebelum waktu gajian.
Terpaksa berutang lagi dan lagi.
Kita dididik menjadi egois sejak kecil.
Televisi terus mengajarkan kemunafikan,
mimpi-mimpi besar penuhi otak kita,
menjadi halusinasi yang membuat
kita bertemu di ruang tunggu klinik ini.
Tak ada percakapan, tentu saja.
Sibuk sendiri dengan ponsel di
genggaman tangan yang lelah.
Kota kian sesak, jalanan macet,
tekanan hidup semakin berat,
sementara politisi melupakan
janji-janji saat kampanye dulu.
Di headline media online, kenyataan
terpaksa kita akui dengan rasa malu:
juara satu angka bunuh diri, pengidap
gangguan jiwa berat terbanyak.
Bagai angin, dianggap akan berlalu.
Sebab kita mudah lupa, itu selalu.
2024
Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...