Puisi-puisi Satria Aditya | Pada Sunyi Kita Bercakap

Satria Aditya
by Satria Aditya — September 28, 2025 in Puisi

Tatkala.co

Pada Sunyi kita Bercakap

  • untuk Agus Noval Rivaldi

…
….
…..
……
…….
……..
Beri sedikit waktu
agar tak ada sesal yang tersisa

Maka kita akan bercakap lagi
pada mimpi
pada angin

akan bercakap
pada air
dan hening

Mari tertawa, selepasnya
tentang makanan di jalan Kerobokan
angkringan Pasar Burung
dan segalanya tentang tawa

selamat jalan sahabat terkasih.

Denpasar, 2024

Percakapan di Tepi Kabut

“Dingin,” katanya.

lantas kita termenung
segelas kopi
peluk hangat tubuhmu
kencang remuk tubuhku

kita pandangi tirai kabut
bisik dahan, rintih ranting
duduk berdamping

“sampai kapan?” katanya lagi.

lekas, teduh akan hilang
selimut kabut tebal
tak lagi hangat

kopi sudah dingin
mari kita beranjak.

Bedugul, 2024

Peluk Terakhir di Tepi Karang

Rambutmu menari di pelukan angin,
menerpa wajahmu yang pucat.
Kau mengusapnya dengan jari,
aku memeluknya dengan pandang.

Bolehkah aku berlabuh,
di peluk hangatmu untuk yang terakhir?

Kita menukar janji-janji pada angin dan pasir.
Kau genggam pinggangku dari belakang,
kita tertawa, aku tetap berlayar.

“Ini yang terakhir,” bisikmu.

Seketika, cinta menjelma serpihan kaca.
Ombak tak lagi tenang,
perahu kita hancur ditelan karang.

Pantai Karang, 2025

.

Penulis: Satria Aditya
Editor: Adnyana Ole

Tag: Puisi
Avatar

Satria Aditya

Related Posts