Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
jiwa pernah kudengar
sudah kau memeluk tubuhmu?
kudengar orang mendengkur
saat kau mengusap keringatmu
24 jam buat berkelana
dan lampu tidur tak padam juga
katamu, lebih suka malam
merangkai bintang di luaran sana
Dik, kau saji kopi dan rokok
biarkan lelaki dengan bayangannya
tolong Nina Bobo anak kita
hantarkan mimpi indah padanya
20 April, 2025
Dua orang mempelai yang akan diakadkan
duduk menghadap leluhurnya
memasang kedua telinga, membuka kedua mata
Bapak dan Ibu tidak bertanya apa pekerjaanmu
Bapak dan Ibu tidak memastikan bagaimana pendidikanmu
Bapak dan Ibu tidak mau tahu berapa besar hartamu
Bapak dan Ibu tidak peduli siapa pangkatmu
Bapak dan Ibu boleh minta satu?
Bawa anakku ke surga bersamamu
20 April, 2025
Dengan ini saya menyatakan,
berapa tahun lalu saya belajar ilmu pengetahuan
yang belum tentu dipakai kerja
setidaknya bisa buat jaga-jaga
sewaktu-waktu terjadi bencana
saya membaca berbagai bencana
ada kobaran api ijazah palsu,
gelar palsu, dan foto palsu saya
ada yang tersirat
uang kuliah, tenaga, dan air mata
demi menjelma manusia terdidik
sekali lagi dengan ini saya menyatakan,
bukan tugas saya
membuka pintu hati mereka
20 April, 2025
ketika pulang ke tempat semula
daku tetap anak desa
yang pura-pura serupa anak kota
berapa lama pergi dari sini
beranjak mempercantik diri
tempat bermain raib diamuk raksasa
rumah-rumah sudah melambung ke awan
kawan-kawan antri berkawin
daun-daun muda menggugurkan yang tua
dikecup waktu yang tanggal dan tinggal
kemana saja telah membawaku
Ibu keindahan itu dimana-mana
selalu surga di telapak kakimu
20 April, 2025
Penulis: Muhammad Rafi’ Hanif
Editor: Adnyana Ole
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...