Jika Film Horor Indonesia Seperti “Bokep” – Bukan Salah Setan!
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
kau mengigau jauh di hulu
aku kilau yang memanggil-manggil selalu
sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai
mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru
jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama
tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu,
meski puisi-puisi dirampas percuma
menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya
yang mengambil seluruh cinta
meski kata-kata telah diucapkan percuma
dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
senin menjemputmu, mengajak kembara
ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya
kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan
meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka
di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara
dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim
bersama anak-anak mengaji cahaya,
membawa mereka dalam kalimat berbunga
“seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta
dan rayuan mawar, terima saja ia
sebagai bagian dari hidup manasuka,
biarkan ia menjelma doa-doa bahagia
di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
hatimu adalah gemuruh
ketika bintang-bintang padam
dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak
ketika doa mengucap
bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang
berkubur tanya tanpa spasi
tanpa percakapan malaikat
yang penuh basa-basi
ruangkopi, minggu, 2023
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
MEMBACA buku sejarah adalah membaca penafsiran-penafsiran. Membaca buku sejarah adalah membaca kejadian masa lampau yang hanya mungkin ditilik kembali dengan membangun serpihan-ser...
Cerpen: I Putu Agus Phebi Rosadi DI ruang tamu, tiga orang interogator telah duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram leherku. “Tuan-tuan. Jangan memandang seper...
DI tengah rapat kantor, tiba-tiba telepon selular bergetar. “Halo.” Setengah berbisik. “Lagi sibuk?” suara di sana. “Lagi meeting, apa kabar?” Ujung-ujungnya: “Ada stok naskah cerp...
POLEMIK drama gong tampaknya terus berlanjut, dan tentu saja akan bagus jika polemik itu terus berlanjut sampai seni pertunjukan itu benar-benar lahir kembali dan hidup. Jika ada “...
TIDAK ada yang bisa membantah jika saya penggemar sejati film-film Warkop DKI – Dono, Kasino, Indro. Jauh-jauh dari Bali Barat saya melesat ke Denpasar ketika film Warkop DKI Rebor...
ANAKMU bukanlah anakmu, mereka adalah anak zaman. Tak ada hak bagi orangtua untuk mengungkung jiwa mereka, kendatipun rumah disiapkan buat raga mereka. Paling tidak, itulah pendapa...
SEBUAH ruang, satu tempat, sebuah wilayah, bagi manusia Bali, bisa diartikan sebuah arsitektur yang unik dan otentik. Dalam ruang itu orang Bali melakukan aktivitas, bergumul sehar...
SETIAP orang pasti pernah merasakan takut, tidak peduli tua atau muda. Rasa takut adalah salah satu emosi dasar sama seperti bahagia, sedih, marah dan sejenisnya. Menurut Kamus Bes...
LELAKI ABSTRAK Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus menjadi wara-warni pelangi gugusan mega awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari siluet senja halim...