Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
kau mengigau jauh di hulu
aku kilau yang memanggil-manggil selalu
sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai
mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru
jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama
tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu,
meski puisi-puisi dirampas percuma
menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya
yang mengambil seluruh cinta
meski kata-kata telah diucapkan percuma
dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
senin menjemputmu, mengajak kembara
ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya
kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan
meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka
di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara
dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim
bersama anak-anak mengaji cahaya,
membawa mereka dalam kalimat berbunga
“seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta
dan rayuan mawar, terima saja ia
sebagai bagian dari hidup manasuka,
biarkan ia menjelma doa-doa bahagia
di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
hatimu adalah gemuruh
ketika bintang-bintang padam
dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak
ketika doa mengucap
bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang
berkubur tanya tanpa spasi
tanpa percakapan malaikat
yang penuh basa-basi
ruangkopi, minggu, 2023
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
PERNAH nunu urutan setiap pagi menjelang sekolah, pada masa-masa usai libur Hari Raya Galungan dan Kuningan? Jika pernah, masa kecil Anda dipastikan sederhana namun bahagia. Nunu...
"PANJEKAN" mungkin asal muasal kata "panjak". Biasanya prekanggo atau wong kuasa duduk didampingi anak buahnya yang dijadikan "injakan kaki" (panjekan). Lihatlah, foto yang dipasa...
GEGURITAN Galungan (karya IB Putu Bangli) yang penulisannya bersumber dari Lontar Parerembon (milik Ida Pedanda Gede Made Sidemen, Gria Taman Sanur), menuturkan bahwa tra...
SEBAIKNYA di sini kita tidak membahas sloka, lontar, mantra atau Veda. Di zaman informasi yang demikian derasnya, ketidakpedulian hanyalah sebuah pilihan. Hal-hal yang bersifat pen...
HARI Raya Galungan dan Kuningan tentu saja disambut bahagia semua umat Hindu di Bali. Namun, tak begitu dengan sejumlah anggota Dewan, DPRD, DPD atau DPR. Meski tetap tampak bahag...
BAGI umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan tentu menjadi hari raya yang paling ditunggu-tunggu. Hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali...
Saya adalah salah satu dari banyak orang yang sangat menikmati momen KKN, meski saya tidak mengetahui detail kisah KKN kalian satu per satu tapi saya berusaha mewakili rasa rindu k...
GALUNGAN kembali tiba. Sebagian orang mungkin akan bersemangat mendengarnya karena merupakan hari raya besar yang ditunggu-tunggu. Sembahyang, mungkin hanya satu alasan. Ada banyak...
Cerpen: Fatah Anshori "Dalam tradisi Yahudi empat puluh hari sebelum, bayi lelaki dilahirkan. Dilangit ada suara yang meneriakkan siapa wanita yang kelak akan di kawininya. Aku tah...