Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
DENPASAR | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali sebagai salah satu asosiasi media online di Bali berkontribusi dalam pengurangan sampah baliho selama perhelatan pemilu serentak 2024 mendatang. Mengingat setiap pelaksanaan pemilu selama ini sampah baliho selalu menjadi permasalahan di masyarakat. Pada sisi lain pembuatan Baliho juga membutuhkan Anggara yang cukup besar.
Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lindartawan menyampaikan bahwa KPU Bali ingin pelaksanaan Pemilu sejalan dengan program pemerintah provinsi Bali dalam upaya pengurangan sampah plastik dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kami juga ingin adanya pengurangan penggunaan baliho dalam berkampanye dan mengoptimalkan peran media digital
"Dan saya berharap program AMSI Bali dapat disinkronkan dengan KPU Bali," kata Lindartawan saat menerima audiensi pengurus AMSI Bali di Kantor KPU Bali, Denpasar pada Selasa (9/5).
Menurut Lindartawan upaya optimalisasi media online dan mengurangi pemakaian baliho dalam sosialisasi sudah saatnya dilakukan. Apalagi penggunaan baliho belum tentu efektif untuk saat ini
"Bayangkan orang berkendaraan dengan kecepatan tertentu akan sulit untuk membaca isi keseluruhan baliho. Belum lagi pemasangan baliho yang terlalu banyak pada satu titik belum tentu dapat memberikan rasa keadilan pada peserta pemilu," ujarnya.
Ketua AMSI Bali I Nengah Muliarta menyatakan sepakat dengan ide Ketua KPU Bali. Apalagi dengan memanfaatkan media online ataupun medsos sebaran sosialisasi pemilu dan kampanye akan menjadi lebih luas.
"Penggunaan media online dan mesos dalam kampanye pemilu akan memberikan gambaran bagi pemilih mana caleg yang cakap digital dan mampu menggunakan medsos dengan baik," ungkap Muliarta.
Sedangkan terkait tujuan audiensi Muliarta mengatakan audensi ini ingin lebih memperkenalkan AMSI sekaligus menyampaikan program unggulan dari AMSI yakni Cek Fakta.
“Apalagi menjelang pemilu 2024, perlunya AMSI mendorong pemilu yang sehat dan Aman serta bebas hoaks,”ujar Muliarta. [T][Pan/*]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...