Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
DENPASAR | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali sebagai salah satu asosiasi media online di Bali berkontribusi dalam pengurangan sampah baliho selama perhelatan pemilu serentak 2024 mendatang. Mengingat setiap pelaksanaan pemilu selama ini sampah baliho selalu menjadi permasalahan di masyarakat. Pada sisi lain pembuatan Baliho juga membutuhkan Anggara yang cukup besar.
Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lindartawan menyampaikan bahwa KPU Bali ingin pelaksanaan Pemilu sejalan dengan program pemerintah provinsi Bali dalam upaya pengurangan sampah plastik dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kami juga ingin adanya pengurangan penggunaan baliho dalam berkampanye dan mengoptimalkan peran media digital
"Dan saya berharap program AMSI Bali dapat disinkronkan dengan KPU Bali," kata Lindartawan saat menerima audiensi pengurus AMSI Bali di Kantor KPU Bali, Denpasar pada Selasa (9/5).
Menurut Lindartawan upaya optimalisasi media online dan mengurangi pemakaian baliho dalam sosialisasi sudah saatnya dilakukan. Apalagi penggunaan baliho belum tentu efektif untuk saat ini
"Bayangkan orang berkendaraan dengan kecepatan tertentu akan sulit untuk membaca isi keseluruhan baliho. Belum lagi pemasangan baliho yang terlalu banyak pada satu titik belum tentu dapat memberikan rasa keadilan pada peserta pemilu," ujarnya.
Ketua AMSI Bali I Nengah Muliarta menyatakan sepakat dengan ide Ketua KPU Bali. Apalagi dengan memanfaatkan media online ataupun medsos sebaran sosialisasi pemilu dan kampanye akan menjadi lebih luas.
"Penggunaan media online dan mesos dalam kampanye pemilu akan memberikan gambaran bagi pemilih mana caleg yang cakap digital dan mampu menggunakan medsos dengan baik," ungkap Muliarta.
Sedangkan terkait tujuan audiensi Muliarta mengatakan audensi ini ingin lebih memperkenalkan AMSI sekaligus menyampaikan program unggulan dari AMSI yakni Cek Fakta.
“Apalagi menjelang pemilu 2024, perlunya AMSI mendorong pemilu yang sehat dan Aman serta bebas hoaks,”ujar Muliarta. [T][Pan/*]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...