“Apa yang membuat sesuatu tampak indah atau buruk?” tanyamu pada sebuah jalan.
Arah keluar Arah masuk
Rasa cemas akan tersesat.
PADA IBU
Menjelang pesta besar, Orang-oang mabuk Senantiasa sibuk Akan was-was
Kita siapkan tungku sedini mungkin Di awal pesta pernikahan, di upacara perkawinan
Suka-duka itu, Bu kita masak dan bumbui. Sedap jadi tawa Sebab esok, yang kenyang tak boleh hanya perut Tapi hati kita juga.
INTENSI
Anak-anak menaruh bahagia dan sedih pada peluk, pada peluk Karena ia lugu,
Peluk: seperti lapar yang mengenyangkan rumah yang menenangkan Esok hari anak-anak menunggu bapak datang, menjemput mengajak pulang, Sambil berharap bapak tanya: “Besok mau Bapak datang lagi?”
SUJUD-SUJUD PAGI ULIAN
Ulian sepagi ini bunga-bunga ladang mekar senyum Bapak di pintu rumah
Adakah yang hendak ia tawar kepada ibu yang sibuk menata harap ke arah sujud? Jangan terburu gugup, lalu takut, Pak Ada sebagian perjalanan hidup akhir lahirkan awal Rasa lapang, Terbuka bagi segala harap Bagi segala cemas yang datang atau berpulang.
ANAK-ANAK HARI
Sampai laut, anak-anak menawar selembar harap kain tenun ulatan gelang tangan,
“Untuk bekal,” serunya
Angin mengulum pintanya, melebar buntalan ucap ke tengah-tengah laut Lalu matahari berulang datang dan pulang ke arah yang pasti, Ke tempat misteri
Anak-anak hari, Jadi harap setiap nanti Jadi kelak penuh mimpi
MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreo...
SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali. Di tengah orkestrasi aroma...
TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah sudah berapa ratu...
KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang mengangkat Bahasa dan Aksara B...
JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya. Hari lah...
“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan, maupun perayaan hari raya....
Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung
Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang jalan desa, hingga di pusat-p...
MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun ini. Yang ramai diperbincangkan han...
INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil keraji...
BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa. Dulu, toko buku itu selalu hidup. Lorong-lorongnya...