“Apa yang membuat sesuatu tampak indah atau buruk?” tanyamu pada sebuah jalan.
Arah keluar Arah masuk
Rasa cemas akan tersesat.
PADA IBU
Menjelang pesta besar, Orang-oang mabuk Senantiasa sibuk Akan was-was
Kita siapkan tungku sedini mungkin Di awal pesta pernikahan, di upacara perkawinan
Suka-duka itu, Bu kita masak dan bumbui. Sedap jadi tawa Sebab esok, yang kenyang tak boleh hanya perut Tapi hati kita juga.
INTENSI
Anak-anak menaruh bahagia dan sedih pada peluk, pada peluk Karena ia lugu,
Peluk: seperti lapar yang mengenyangkan rumah yang menenangkan Esok hari anak-anak menunggu bapak datang, menjemput mengajak pulang, Sambil berharap bapak tanya: “Besok mau Bapak datang lagi?”
SUJUD-SUJUD PAGI ULIAN
Ulian sepagi ini bunga-bunga ladang mekar senyum Bapak di pintu rumah
Adakah yang hendak ia tawar kepada ibu yang sibuk menata harap ke arah sujud? Jangan terburu gugup, lalu takut, Pak Ada sebagian perjalanan hidup akhir lahirkan awal Rasa lapang, Terbuka bagi segala harap Bagi segala cemas yang datang atau berpulang.
ANAK-ANAK HARI
Sampai laut, anak-anak menawar selembar harap kain tenun ulatan gelang tangan,
“Untuk bekal,” serunya
Angin mengulum pintanya, melebar buntalan ucap ke tengah-tengah laut Lalu matahari berulang datang dan pulang ke arah yang pasti, Ke tempat misteri
Anak-anak hari, Jadi harap setiap nanti Jadi kelak penuh mimpi
Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga setiap sel...
GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu bukan hiasan semata, tetapi mendukun...
Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan dunia, term...
SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean pelanggan yang datang silih berganti, sejumlah pegiat media dan...
SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong tangkinya. Seperti jutaan orang Indonesia lainnya, sa...
Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan Empeg. Ritual inilah y...
DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini menimbulkan pertany...
PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang dipasang, seperti baliho. Namun, entah mengapa...
DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, Marx dan Marcu...
SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini Palembang dibakar matahari. 14 Juni 2026, tepa...