Jika Film Horor Indonesia Seperti “Bokep” – Bukan Salah Setan!
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
BULELENG | TATKALA.CO -- Ni Putu Intan Satriadiningrat, krama istri dari Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat Sinalud, Desa Kayu Putih Melaka, Kecamatan Sukasada, berhsil meraih juara satu dalam lomba mesatua (bercerita) Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali V Tingkat Kabupaten Buleleng di Sasana Budaya Singaraja, Kamis, 9 Februari 2023.
Sementara juara kedua dan ketiga dalam lomba masing-masing Luh Putu Artaningsih dari Kecamatan Buleleng dan Kadek Ayu Restiti dari Kecamatan Sawan.
Sebagai jura pertama, Intan Satriadiningrat berhak mewakili Kabupaten Buleleng untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Bali yang direncanakan tanggal 21 Februari 2023 mendatang
“Perasaan campur aduk, pastinya bersyukur sekali dalam juara,” kata Intan usai penyerahan hadiah.
Keberhasilan Intan Satriadiningrat untuk meraih juara dimulai dari tingkat desa. Pertama-tama ia menjadi juara lomba di tingkat desa, lalu ditunjuk mewakili kecamatan untuk bertanding di tingkat kabupaten.
”Ini berkat bimbingan prajuru Desa Adat Sinalud dan penyuluh Bahasa Bali dikecamatan selain terus belajar di rumah,” ujar Intan.
Lomba Nyurat Aksara
Sementara itu, untuk kategori lomba Nyurat Aksara Bali, juara satu diraih Kadek Selly Utami Erliana, siswi kelas enam SDN Bestala, Kecamatan Seririt. Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih Ni Kadek Ary Setiyani dari Kecamatan Gerokgak dan Ni Rastri Kapat Raksakaru dari Kecamatan Buleleng.

Foto: Kadek Selly Utami Erliana, Ni Kadek Ary Setiyani dan Ni Rastri Kapat Raksakaru
Selly Utami Erliana mengatakan, selama ini belajar nyurat aksara Bali di sekolah. Jika gurunya tak sempat mengajarinya, ia tetap belajar sendiri.
Ia mengaku belajar nyurat aksara sejak kelas empat SD. Dan ia mengaku sangat senang mendapat juara, dan hadiahnya akan dibelikan keperluan sekolah. Ia berpesan kepada teman-teman untuk selalu belajar agar bisa melestarikan budaya Bali. [T][Ado]
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
MEMBACA buku sejarah adalah membaca penafsiran-penafsiran. Membaca buku sejarah adalah membaca kejadian masa lampau yang hanya mungkin ditilik kembali dengan membangun serpihan-ser...
Cerpen: I Putu Agus Phebi Rosadi DI ruang tamu, tiga orang interogator telah duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram leherku. “Tuan-tuan. Jangan memandang seper...
DI tengah rapat kantor, tiba-tiba telepon selular bergetar. “Halo.” Setengah berbisik. “Lagi sibuk?” suara di sana. “Lagi meeting, apa kabar?” Ujung-ujungnya: “Ada stok naskah cerp...
POLEMIK drama gong tampaknya terus berlanjut, dan tentu saja akan bagus jika polemik itu terus berlanjut sampai seni pertunjukan itu benar-benar lahir kembali dan hidup. Jika ada “...
TIDAK ada yang bisa membantah jika saya penggemar sejati film-film Warkop DKI – Dono, Kasino, Indro. Jauh-jauh dari Bali Barat saya melesat ke Denpasar ketika film Warkop DKI Rebor...
ANAKMU bukanlah anakmu, mereka adalah anak zaman. Tak ada hak bagi orangtua untuk mengungkung jiwa mereka, kendatipun rumah disiapkan buat raga mereka. Paling tidak, itulah pendapa...
SEBUAH ruang, satu tempat, sebuah wilayah, bagi manusia Bali, bisa diartikan sebuah arsitektur yang unik dan otentik. Dalam ruang itu orang Bali melakukan aktivitas, bergumul sehar...
SETIAP orang pasti pernah merasakan takut, tidak peduli tua atau muda. Rasa takut adalah salah satu emosi dasar sama seperti bahagia, sedih, marah dan sejenisnya. Menurut Kamus Bes...
LELAKI ABSTRAK Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus menjadi wara-warni pelangi gugusan mega awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari siluet senja halim...