Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
TAHUN BARU, lagu baru. Demikian kabar yang datang dari pelantun lagu Ya Sudahlah, Tjok Bagus. Pasalnya, di awal tahun 2023 ini ia kembali merilis single terbarunya yang berjudul Sorak Sorai.
Meski masih di satu genre, namun lagu ini menjadi antitesis dari lagu sebelumnya yang berjudul Ya Sudahlah. Sebagaimana kita ketahui, Ya Sudahlah menggambarkan depresi dan pesimisme akut meski akhirnya harus tetap berlapang dada untuk mencoba menjalani segala yang ada. Sedang Sorak Sorai sebaliknya: dipenuhi gairah, optimisme, juga kesiapan menghadapi segala sesuatu dengan besar hati.
Sorak sorai menjadi semacam manifesto dan perlawanan atas segala kemalangan hidup. Bahwa betapapun terpojoknya hari-hari, sebetulnya orang selalu punya kesempatan untuk meloloskan diri. Kita berhak berdaya. Lebih dari itu, kita bahkan berhak bersorak sorai dengan gembira.
"Lagu ini aku ciptakan sebagai rasa syukur setelah berhasil melewati fase-fase sulit dalam hidupku. Matahari menyadarkanku bahwa hidup yang singkat ini punya arti. Mari move on!" ujar Tjok Bagus saat ditemui di kediamannya.
Sorak Sorai digarap bersama "Kawan Tjok Bagus" yang digawangi Agung Wiryawan pada slide gitar, Sanjay pada gitar dan backing vocal, Fendi pada bass dan backing vocal, Jonathan pada perkusi, dan Eka Bib Bob/Marco pada backing vocal. Direkam di Taman Alengka dan Studio Rumah Suci, Sorak Sorai semakin "greget" karena dioperatori oleh Fendi pda saat rekaman, dan dimixing dan mastering oleh Tude Artha Sedana.
"Terima kasih untuk semua yang membantu proses penggarapan single ini. Terima kasih kepada Tuhan YME, keluarga tercinta, dan manajer saya, Pranita Dewi. Terima kasih kepada Dewaman yang mengabadikan proses ini. Terima kasih juga kepada crew, Wayan Sugiarta, Komang Wiranata dan Komang Erik.", lanjut Tjok.

Sorak Sorai sebenarnya sudah siap dengar sejak beberapa bulan lalu. Namun pihak manajemen sengaja meluncurkannya di awal tahun 2023 sebagai spirit pembuka tahun yang penuh harapan. Hal ini disampaikan oleh Pranita selaku manajer.
"Lagu ini akan mewakili semua orang yang di momen tahun baru dipenuhi semangat dan harapan-harapan yang juga baru."
Apa yang disampaikan Pranita tak berlebihan. Lagu Sorak Sorai memang seperti mood booster bagi tiap kemurungan, sebagaimana kita dapati dari penggalan liriknya:
Tanggalkan beban hati di hari kemarin
Kesalahan kemarin biarkan menjadi cerita
Kenang untuk dipahami bukan untuk diulangi
Sejak berita ini diturunkan, lagu Sorak Sorai sudah bisa didengarkan lewat berbagai platform musik. Ia akan memperdengarkan sisi terbaik musiknya dan menyebar kabar dari matahari bahwa, sekali lagi, hidup ini punya arti. [T]
[][][]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...