Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Tulisan ini sangat lama sekali tercipta. Entah karena penulis yang penuh kesibukan diterpa ganasnya kuliah onlen atau penulis sedang sangat malas untuk menulis karena bahan yang ala kadarnya. Hahaha.... itu hanya bercanda.
Dari beberapa bulan ini, mungkin berbulan-bulan sudah tulisan ini terbengkalai. Tetapi, setelah berkelana kesana-kemari dan tidak sengaja menemui supir truk di setiap perjalanan pasti akan selalu ada cerita baru untuk dibahas. Keunikan ini hanya bisa ditemui pada supir-supir angkutan barang yang memang hanya menghabiskan setengah hidupnya di jalanan.
Setiap mobil yang dibawa pasti akan terkesan akan membosankan jika tidak dimodifikasi sedemikian indah. Selain untuk enak dipandang oleh mata supir sendiri agar tak bosan di jalan, juga enak dilihat orang di penggir jalan, atau orang yangs ama-sama di jalanan.
Maka dari itu, banyak mobil truk yang kadang terlihat menor. Ada yang mengecat mobilnya dengan warna yang terang benderang, mencolok mata. Bukan hanya dari segi cat-mengecat saja, ada juga desain interior yang memang kadang dipaksakan mewah, seperti lampu disko di dalam mobil, jok dan dashboard yang dimodifikasi sedemikian mewah hingga sound yang bisa membuat dada gemetar.
Itu semua dilakukan hanya untuk kesenangan diri saat membawa mobil agar supir truk sendiri tidak bosan dengan perjalanan yang kadang sangat-sangat jauh.
Bukan hanya interior dan eksterior yang bisa menemani perjalanan para supir. Ingat! Masih ada banyak sekali doa yang sering tertulis di depan sampai di belakang mobil. Jika saja bisa dibandingkan dengan tubuh manusia, doa-doa itu adalah tatto yang selalu melingkari tubuh selamanya. Itu adalah sebuah karya seni yang harus melekat.
Salah satu contoh adalah “Doa Ibu” banyak sekali supir truk yang memasang stiker doa ibu yang lekat menemani perjalanan. Mungkin saja doa-doa ibu yang selalu menyertai agar perjalanan aman, damai dan tentram.
Ingat kembali, supir truk sangat bosan berlama-lama di jalan. Jika saja jalan mobil lambat, istri dan anak pasti menunggu di rumah.
Supir truk adalah makhluk paling setia di bumi, jangankan untuk meraba wanita lain, melirikpun mungkin tak akan sanggup. Karena beberapa peringatan dari istri yang jika dilarang akan membuat perang dunia ketiga. Jika tidak percaya, kawan-kawan pembaca bisa lihat gambar di bawah ini.
Peringatan! Tulisan ini ditulis oleh manusia terkuat di bumi. Jika berani tertawa, ada supir yang tertekan kawan-kawan.

Ini adalah tulisan terakhir yang akan mengejutkan kawan-kawan pembaca. Siapkan mental dan sediakan kopi bersama rokok. Kopinya jangan campur arak.
Pernah kawan-kawan pembaca berpikir, bagaimana supir truk dengan aliran kiri? Ada kawan-kawan. Itu adalah sebuah revolusi untuk supir truk. Sebuah perlawanan kaum bawah yang mengatas namakan perjuangan kawan-kawan!
Ya, mulai dari stiker tokoh-tokoh Indonesia sampai Barat. Hanya saja kali ini saya tidak mendapatkan sebuah foto. Tetapi percayalah, saat kawan-kawan melihat sebuah truk yang berisi gambar tokoh-tokoh itu dan beberapa kata-kata mutiaranya, selamat! Kawan-kawan adalah orang spesial yang dituju Tuhan untuk mengenal revolusi supir truk.
Ah, satu lagi. Sebelum menutup tulisan ini. Jika kawan-kawan juga menemukan sesosok Pablo Escobar di dinding truk, mereka bukan mengangkut ganja, sabu atau jenis narkoba lain. Mereka hanya mengangkut bawang. [T]
BACA JUGA:
Berat Hati Meninggalkan, Berat Muatan Harus Diantar | Gesah Supir Truk #1
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...