Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Jikalau kalian pernah memikirkan apa yang saya tulis kali ini, berarti kita satu circle pemikiran. Tapi seriusan, pernah gak sih kalian kepikiran kenapa bisa format kontak yang kalian simpan di ponsel kalian sama dengan format kontak yang teman kalian simpan di ponsel mereka?
Seperti misalnya ada penambahan embel-embel nama provider/tempat kerja/event yang pernah kamu lakukan bersama seseorang. Embel-embel ini biasanya kalian cantumkan di belakang nama kontak tersebut, contohnya; Bapak XL, Mbak Yuni Toko Jaya, Amir KKN dan lain-lain. Kalian sadar gak sih kalau templete ini seragam banget di hampir semua kontak ponsel?
Padahal kalau kita inget-inget lagi, gak ada tuh aturan atau seseorang yang memberikan pakem penulisan kontak ini. Nah, tapi kok bisa? Haha..
Ya, sebenarnya hal ini lumrah saja terjadi dan memang munculnya itu spontan berdasarkan insting kita tentang bagaimana cara kita untuk mengingat seseorang. Mungkin beberapa dari pembaca sekarang senyum-senyum sendiri menyadari hal ini.
Lalu, pernahkah kalian mempertanyakan tentang apa sih yang dipikirkan kaum-kaum pemberi “gelar” di belakang kontak WhatsApp tersebut saat hendak menyimpan nomor kita? Kali ini saya akan memberikan alasan yang sangat mungkin mengapa hal ini bisa terjadi. Mari kita bahas satu per satu berdasarkan jenisnya:
Pada kasus kali ini, biasanya terjadi saat kita hendak menyimpan kontak anggota keluarga terutama orang tua dan atau menyimpan kontak teman yang sering gonta ganti SIM Card.
Awalnya sih mungkin mereka tak ingin menambahkan jenis provider dari kontak yang bersangkutan, tapi nih biasanya karena sering disuruh-suruh isi pulsa dan kuota dan karena malas mengira-ngira “Kalo 085 tu kartu nya apa ya?”, nah alhasil agar lebih mudah ya cantumkan saja nama provider nya pada kontak mereka hehe. (contoh: Bapak XL, Mbok Ayu M3, Raka SIMPATI 2, dll).
Mereka yang menyimpan kontak seseorang dengan format seperti ini biasanya memiliki beberapa alasan diantaranya;
Pertama, jikalau itu adalah nama kampus (sekolah), mungkin mereka memiliki teman yang namanya sama dengan nama kalian sehingga mereka butuh pembeda disana dan biasanya nama kampus (sekolah) kalian akan menjadi pembeda kontak kalian dengan kontak teman mereka yang memiliki nama yang sama dengan kalian (contoh: Eka Unud dan Eka Undiksha).
Kedua, jikalau itu adalah nama tempat kerja, biasanya mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin berurusan kembali dengan orang tersebut untuk sebuah keperluan (contoh: Agus Dinas Kesehatan, Putu Kominfo, dll). Nah jika tempat kerjanya adalah sebuah tempat usaha, biasanya mereka kelak akan berbelanja di tempat itu lagi. Dengan kata lain, mereka bisa saja akan menjadi pelanggan tetap disana sehingga mereka ingin menyimpan nomor pegawai/pemilik daripada toko tersebut (contoh: Cici Fotocopy, Abdul Toko Emas,dll).
Terakhir, jika itu prihal nama pekerjaan, alasannya sama dengan apa yang dijelaskan pada point kedua sebelumnya dimana mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin memakai jasa mereka kembali/berbisnis dengan mereka di kemudian hari (contoh: Oki Tukang Galon, Kadek Laundry, Pak Brian Arsitek, dll).
Biasanya format yang ketiga ini yang lumayan sering ada di kontak WhatsApp kita hehe. Alasan daripada penamaan dengan format ini hampir sama dengan apa yang dijelaskan pada nomor 1 di atas di mana bisa saja si penyimpan nomor memiliki kenalan yang memiliki nama yang sama dengan kita sehingga kontaknya harus dibedakan format penamaannya atau bisa juga karena pengen aja haha. (contoh: Adi KKN, Sari Lomba Debat, Indah Seminar, dll).
Begitulah kurang lebih bagaimana saya mencoba memahami alasan kaum penambah “gelar” di belakang kontak WhatsApp yang ada disekitar saya dan mungkin kita. Lucu memang jikalau kita pikirkan lagi situasi ini. Namun sungguh tidak ada salahnya penambahan “gelar” ini dilakukan.
Biasanya dari apa yang pernah saya alami, “gelar” yang tercantum tersebut seiring waktu akan kita hapus bilamana kita merasa semakin dekat dengan orang tersebut (kecuali yang menambahkan nama provider ya karena itu agak sulit hehe). Dari yang awalnya Indah KKN berubah jadi Indah <3 (emoticon jantung) ciyee ciyee. Yah, apapun itu kalian bebas menggunakan cara apapun untuk mengingat nama seseorang karena dilupakan itu rasanya pasti pedih hehe 😊 [T]
___
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...