Buleleng Terkaya di Bali, Sesungguhnyalah Tak Perlu Investor
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
Jikalau kalian pernah memikirkan apa yang saya tulis kali ini, berarti kita satu circle pemikiran. Tapi seriusan, pernah gak sih kalian kepikiran kenapa bisa format kontak yang kalian simpan di ponsel kalian sama dengan format kontak yang teman kalian simpan di ponsel mereka?
Seperti misalnya ada penambahan embel-embel nama provider/tempat kerja/event yang pernah kamu lakukan bersama seseorang. Embel-embel ini biasanya kalian cantumkan di belakang nama kontak tersebut, contohnya; Bapak XL, Mbak Yuni Toko Jaya, Amir KKN dan lain-lain. Kalian sadar gak sih kalau templete ini seragam banget di hampir semua kontak ponsel?
Padahal kalau kita inget-inget lagi, gak ada tuh aturan atau seseorang yang memberikan pakem penulisan kontak ini. Nah, tapi kok bisa? Haha..
Ya, sebenarnya hal ini lumrah saja terjadi dan memang munculnya itu spontan berdasarkan insting kita tentang bagaimana cara kita untuk mengingat seseorang. Mungkin beberapa dari pembaca sekarang senyum-senyum sendiri menyadari hal ini.
Lalu, pernahkah kalian mempertanyakan tentang apa sih yang dipikirkan kaum-kaum pemberi “gelar” di belakang kontak WhatsApp tersebut saat hendak menyimpan nomor kita? Kali ini saya akan memberikan alasan yang sangat mungkin mengapa hal ini bisa terjadi. Mari kita bahas satu per satu berdasarkan jenisnya:
Pada kasus kali ini, biasanya terjadi saat kita hendak menyimpan kontak anggota keluarga terutama orang tua dan atau menyimpan kontak teman yang sering gonta ganti SIM Card.
Awalnya sih mungkin mereka tak ingin menambahkan jenis provider dari kontak yang bersangkutan, tapi nih biasanya karena sering disuruh-suruh isi pulsa dan kuota dan karena malas mengira-ngira “Kalo 085 tu kartu nya apa ya?”, nah alhasil agar lebih mudah ya cantumkan saja nama provider nya pada kontak mereka hehe. (contoh: Bapak XL, Mbok Ayu M3, Raka SIMPATI 2, dll).
Mereka yang menyimpan kontak seseorang dengan format seperti ini biasanya memiliki beberapa alasan diantaranya;
Pertama, jikalau itu adalah nama kampus (sekolah), mungkin mereka memiliki teman yang namanya sama dengan nama kalian sehingga mereka butuh pembeda disana dan biasanya nama kampus (sekolah) kalian akan menjadi pembeda kontak kalian dengan kontak teman mereka yang memiliki nama yang sama dengan kalian (contoh: Eka Unud dan Eka Undiksha).
Kedua, jikalau itu adalah nama tempat kerja, biasanya mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin berurusan kembali dengan orang tersebut untuk sebuah keperluan (contoh: Agus Dinas Kesehatan, Putu Kominfo, dll). Nah jika tempat kerjanya adalah sebuah tempat usaha, biasanya mereka kelak akan berbelanja di tempat itu lagi. Dengan kata lain, mereka bisa saja akan menjadi pelanggan tetap disana sehingga mereka ingin menyimpan nomor pegawai/pemilik daripada toko tersebut (contoh: Cici Fotocopy, Abdul Toko Emas,dll).
Terakhir, jika itu prihal nama pekerjaan, alasannya sama dengan apa yang dijelaskan pada point kedua sebelumnya dimana mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin memakai jasa mereka kembali/berbisnis dengan mereka di kemudian hari (contoh: Oki Tukang Galon, Kadek Laundry, Pak Brian Arsitek, dll).
Biasanya format yang ketiga ini yang lumayan sering ada di kontak WhatsApp kita hehe. Alasan daripada penamaan dengan format ini hampir sama dengan apa yang dijelaskan pada nomor 1 di atas di mana bisa saja si penyimpan nomor memiliki kenalan yang memiliki nama yang sama dengan kita sehingga kontaknya harus dibedakan format penamaannya atau bisa juga karena pengen aja haha. (contoh: Adi KKN, Sari Lomba Debat, Indah Seminar, dll).
Begitulah kurang lebih bagaimana saya mencoba memahami alasan kaum penambah “gelar” di belakang kontak WhatsApp yang ada disekitar saya dan mungkin kita. Lucu memang jikalau kita pikirkan lagi situasi ini. Namun sungguh tidak ada salahnya penambahan “gelar” ini dilakukan.
Biasanya dari apa yang pernah saya alami, “gelar” yang tercantum tersebut seiring waktu akan kita hapus bilamana kita merasa semakin dekat dengan orang tersebut (kecuali yang menambahkan nama provider ya karena itu agak sulit hehe). Dari yang awalnya Indah KKN berubah jadi Indah <3 (emoticon jantung) ciyee ciyee. Yah, apapun itu kalian bebas menggunakan cara apapun untuk mengingat nama seseorang karena dilupakan itu rasanya pasti pedih hehe 😊 [T]
___
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
INI adalah komentar seorang teman pebisnis sukses, orang Bali yang tinggal di Amerika “Orang Bali harusnya ajarkan anak-anaknya berbisnis bukan hanya sembahyang”. Dan comment yang...
WABAH Pokémon Go sepertinya sudah masuk ke ceruk kehidupan orang Bali. Di Pulau Seribu Pura ini, tentu bukan hal aneh jika sarang Pokémon banyak terdapat di Pura. Di Pura besar ata...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...
BUNGA KECOMBRANG (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat...
SALAH satu cara mengatasi kerumitan pilihan hidup dalam dunia, --- yang mana orang-orangnya kian jauh dari kesempatan untuk berbeda adalah mengikuti ke mana arah pemikiran pergi,...
"Itulah pekerjaan, saya profesional, keluarga tahu saya bekerja sebagai penari joged, tidak jual diri," KERUMUNAN tampak dari kejauhan. Iringan suara gamelan rindik berpadu dengan...
HARI sekolah tiba. Orang tua harap-harap cemas. Apakah si anak bisa berprestasi di sekolah. Jika iya tentunya membanggakan. Namun, hilangkan harapan itu. Baiknya, jangan paksa anak...
Judul: Magening # Pengarang: Wayan Jengki Sunarta # Penerbit: Kakilangit Kencana # Tahun: April 2015 # Tebal: vi, 164 halaman # ISBN: 978-602-8556-53-8 899.221 3 NOVEL Magening...
PADA suatu masa, tak terlalu lama, di negeri ini pernah ada penggemar cicak dan ada penggemar buaya, ada juga yang suka melihat ribut-ribut antara keduanya. Tapi saya sendiri lebih...