Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Jikalau kalian pernah memikirkan apa yang saya tulis kali ini, berarti kita satu circle pemikiran. Tapi seriusan, pernah gak sih kalian kepikiran kenapa bisa format kontak yang kalian simpan di ponsel kalian sama dengan format kontak yang teman kalian simpan di ponsel mereka?
Seperti misalnya ada penambahan embel-embel nama provider/tempat kerja/event yang pernah kamu lakukan bersama seseorang. Embel-embel ini biasanya kalian cantumkan di belakang nama kontak tersebut, contohnya; Bapak XL, Mbak Yuni Toko Jaya, Amir KKN dan lain-lain. Kalian sadar gak sih kalau templete ini seragam banget di hampir semua kontak ponsel?
Padahal kalau kita inget-inget lagi, gak ada tuh aturan atau seseorang yang memberikan pakem penulisan kontak ini. Nah, tapi kok bisa? Haha..
Ya, sebenarnya hal ini lumrah saja terjadi dan memang munculnya itu spontan berdasarkan insting kita tentang bagaimana cara kita untuk mengingat seseorang. Mungkin beberapa dari pembaca sekarang senyum-senyum sendiri menyadari hal ini.
Lalu, pernahkah kalian mempertanyakan tentang apa sih yang dipikirkan kaum-kaum pemberi “gelar” di belakang kontak WhatsApp tersebut saat hendak menyimpan nomor kita? Kali ini saya akan memberikan alasan yang sangat mungkin mengapa hal ini bisa terjadi. Mari kita bahas satu per satu berdasarkan jenisnya:
Pada kasus kali ini, biasanya terjadi saat kita hendak menyimpan kontak anggota keluarga terutama orang tua dan atau menyimpan kontak teman yang sering gonta ganti SIM Card.
Awalnya sih mungkin mereka tak ingin menambahkan jenis provider dari kontak yang bersangkutan, tapi nih biasanya karena sering disuruh-suruh isi pulsa dan kuota dan karena malas mengira-ngira “Kalo 085 tu kartu nya apa ya?”, nah alhasil agar lebih mudah ya cantumkan saja nama provider nya pada kontak mereka hehe. (contoh: Bapak XL, Mbok Ayu M3, Raka SIMPATI 2, dll).
Mereka yang menyimpan kontak seseorang dengan format seperti ini biasanya memiliki beberapa alasan diantaranya;
Pertama, jikalau itu adalah nama kampus (sekolah), mungkin mereka memiliki teman yang namanya sama dengan nama kalian sehingga mereka butuh pembeda disana dan biasanya nama kampus (sekolah) kalian akan menjadi pembeda kontak kalian dengan kontak teman mereka yang memiliki nama yang sama dengan kalian (contoh: Eka Unud dan Eka Undiksha).
Kedua, jikalau itu adalah nama tempat kerja, biasanya mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin berurusan kembali dengan orang tersebut untuk sebuah keperluan (contoh: Agus Dinas Kesehatan, Putu Kominfo, dll). Nah jika tempat kerjanya adalah sebuah tempat usaha, biasanya mereka kelak akan berbelanja di tempat itu lagi. Dengan kata lain, mereka bisa saja akan menjadi pelanggan tetap disana sehingga mereka ingin menyimpan nomor pegawai/pemilik daripada toko tersebut (contoh: Cici Fotocopy, Abdul Toko Emas,dll).
Terakhir, jika itu prihal nama pekerjaan, alasannya sama dengan apa yang dijelaskan pada point kedua sebelumnya dimana mereka menganggap bahwa orang itu penting dan ingin memakai jasa mereka kembali/berbisnis dengan mereka di kemudian hari (contoh: Oki Tukang Galon, Kadek Laundry, Pak Brian Arsitek, dll).
Biasanya format yang ketiga ini yang lumayan sering ada di kontak WhatsApp kita hehe. Alasan daripada penamaan dengan format ini hampir sama dengan apa yang dijelaskan pada nomor 1 di atas di mana bisa saja si penyimpan nomor memiliki kenalan yang memiliki nama yang sama dengan kita sehingga kontaknya harus dibedakan format penamaannya atau bisa juga karena pengen aja haha. (contoh: Adi KKN, Sari Lomba Debat, Indah Seminar, dll).
Begitulah kurang lebih bagaimana saya mencoba memahami alasan kaum penambah “gelar” di belakang kontak WhatsApp yang ada disekitar saya dan mungkin kita. Lucu memang jikalau kita pikirkan lagi situasi ini. Namun sungguh tidak ada salahnya penambahan “gelar” ini dilakukan.
Biasanya dari apa yang pernah saya alami, “gelar” yang tercantum tersebut seiring waktu akan kita hapus bilamana kita merasa semakin dekat dengan orang tersebut (kecuali yang menambahkan nama provider ya karena itu agak sulit hehe). Dari yang awalnya Indah KKN berubah jadi Indah <3 (emoticon jantung) ciyee ciyee. Yah, apapun itu kalian bebas menggunakan cara apapun untuk mengingat nama seseorang karena dilupakan itu rasanya pasti pedih hehe 😊 [T]
___
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...