Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Tim Literasi SMA Kristen Harapan Denpasar meluncurkan buku puisi yang bertajuk “Kupetik Puisi di Langit”.
Buku setebal 102 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ekspresi bekerja sama dengan Sastra Welang Pustaka. Buku yang menampilkan 46 karya puisi ini ditulis oleh siswa-siswi SMAK Harapan dalam upaya penerapan akhir dari program penulisan susastra yang telah disusun oleh tim literasi
Dalam siaran persnya, Ketua Tim Literasi SMAK Harapan, Ni Putu Nuratni, M.Pd. menyampaikan bahwa talenta-talenta sastra siswa harus diberikan peluang untuk mengungkapkan imajinasinya sebagai bagian dari ungkapan perasan dan pikiran sehingga menjadi kekayaan batin dan intelektual.
“Jadi para siswa sebagai generasi emas harus mencintai sastra, berkarya melalui puisi , cerpen, novel untuk memaknai tiap peristiwa, sehingga dapat menjadi penanda zaman yang akan juga dibaca oleh generasi selanjutnya,” kata Nuratni.
Kepala Sekolah SMAK Harapan, Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd. mengatakan, walaupun berada dalam situasi covid 19, SMA Kristen Harapan Denpasar tetap memberikan kesempatan untuk siswa-siswinya berkarya, kreatif, inovatif dalam menggali, mengembangkan potensi atau talenta yang dimiliki sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki siswa-siswi di Harapan, yang bisa disalurkan dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMA Kristen Harapan.
“Karena keberhasilan siswa nantinya tidak saja ditentukan oleh kecakapan secara akademis tetapi ditentukan juga oleh minat dan bakat yang tersalurkan dengan baik, dan siswa dapat juga menyalurkan emosi mereka dalam kegiatan ekstra bersama dengan teman yang memiliki hobi yang sama,”kata Karibawa.
Pada bagian akhir buku, diperkuat dengan bab Etalase Puisi yang menampilkan puisi-puisi karya penyair Pranita Dewi, penyair Moch Satrio Welang dan pembina sastra SMAK Harapan, Ni Putu Nuratni, M. Pd.
Menurut Penyair Moch Satrio Welang, di jalan yang dingin dan sunyi, puisi akan selalu ditulis. “Karena pada akhirnya puisilah yang akan menuntun kita untuk kembali 'pulang', menyelamatkan kita yang tergagap dalam perang demi perang,” ujarnya. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...