Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Tim Literasi SMA Kristen Harapan Denpasar meluncurkan buku puisi yang bertajuk “Kupetik Puisi di Langit”.
Buku setebal 102 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ekspresi bekerja sama dengan Sastra Welang Pustaka. Buku yang menampilkan 46 karya puisi ini ditulis oleh siswa-siswi SMAK Harapan dalam upaya penerapan akhir dari program penulisan susastra yang telah disusun oleh tim literasi
Dalam siaran persnya, Ketua Tim Literasi SMAK Harapan, Ni Putu Nuratni, M.Pd. menyampaikan bahwa talenta-talenta sastra siswa harus diberikan peluang untuk mengungkapkan imajinasinya sebagai bagian dari ungkapan perasan dan pikiran sehingga menjadi kekayaan batin dan intelektual.
“Jadi para siswa sebagai generasi emas harus mencintai sastra, berkarya melalui puisi , cerpen, novel untuk memaknai tiap peristiwa, sehingga dapat menjadi penanda zaman yang akan juga dibaca oleh generasi selanjutnya,” kata Nuratni.
Kepala Sekolah SMAK Harapan, Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd. mengatakan, walaupun berada dalam situasi covid 19, SMA Kristen Harapan Denpasar tetap memberikan kesempatan untuk siswa-siswinya berkarya, kreatif, inovatif dalam menggali, mengembangkan potensi atau talenta yang dimiliki sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki siswa-siswi di Harapan, yang bisa disalurkan dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMA Kristen Harapan.
“Karena keberhasilan siswa nantinya tidak saja ditentukan oleh kecakapan secara akademis tetapi ditentukan juga oleh minat dan bakat yang tersalurkan dengan baik, dan siswa dapat juga menyalurkan emosi mereka dalam kegiatan ekstra bersama dengan teman yang memiliki hobi yang sama,”kata Karibawa.
Pada bagian akhir buku, diperkuat dengan bab Etalase Puisi yang menampilkan puisi-puisi karya penyair Pranita Dewi, penyair Moch Satrio Welang dan pembina sastra SMAK Harapan, Ni Putu Nuratni, M. Pd.
Menurut Penyair Moch Satrio Welang, di jalan yang dingin dan sunyi, puisi akan selalu ditulis. “Karena pada akhirnya puisilah yang akan menuntun kita untuk kembali 'pulang', menyelamatkan kita yang tergagap dalam perang demi perang,” ujarnya. [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...