Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Prof. Dr. Wayan Adnyana bisa disebut membuat sejarah dalam dunia seni dan kebudayaan di Bali. Saat ini, ia yang biasa dipanggil Kun Adnyana itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, dan saat bersamaan terpilih jadi Rektor Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Prof. Kun Adnyana terpilih sebagai Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025 pada rapat Senat Pemilihan Rektor, Selasa (9/2) di ruang studio/lab media rekam kampus setempat.
Prof Kun meraih 27 suara, dari total 29 suara Senat dan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Dikbud). Calon lain, Prof Nyoman Artayasa dan Dr Ketut Sariada sama-sama meraih 1 suara. Proses pemilihan Rektor berlangsung lancar dan sangat demokratis, dengan pemberlakuan protokol kesehatan, setiap anggota Senat menentukan pilihan melalui penjoblosan kertas suara di bilik tertutup.
Kuasa Menteri Dikbud, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendikbud Dr Mustangimah, didampingi pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Suwitno, menyatakan, bahwa seluruh proses pemilihan Rektor ISI Denpasar, dari penjaringan, penyaringan, rekam jejak, hingga pemilihan telah berjalan dengan baik, dan demokratis. “Siapa pun yang terpilih, itu merupakan kemenangan bersama. Kita dukung bersama, untuk dapat memajukan ISI Denpasar ke kancah nasional dan internasional,” kata Dr Imah.
Kun Adnyana menyampaikan terimakasih kepada Menteri Dikbud, Senat ISI Denpasar, juga seluruh Sivitas Akademika ISI Denpasar yang telah memberi amanah kepada dirinya sebagai Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025.
“Terimakasih atas kepercayaan dan amanah ini. Tiang berkomitmen lahir dan batin untuk bekerja demi kemajuan Kampus Seni kebanggaan Bali ini. Bagaimana pun ISI merupakan aset Bangsa, untuk menjaga kepribadian dalam kebudayaan. Upaya pemajuan ISI ke depan, tentu membutuhkan kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak, terutama Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali dan Pusat, juga dunia seni budaya nasional dan internasional,” kata Kun.
Rektor ISI Denpasar Prof Dr Gede Arya Sugiartha, menyambut baik terpilihnya Prof Kun sebagai Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025. “Terpilihnya Kadisbud Bali ini sebagai rektor, membawa energi segar untuk kemajuan ISI Denpasar ke kancah nasional dan internasional. Ia memiliki rekam jejak yang baik, dan juga berpengalaman dalam birokrasi bidang kebudayaan, termasuk sangat diterima di kalangan dunia seni nasional,” kata Prof Arya. [T] [***]
___


DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...