Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Kebiasaanku jalan kaki rata-rata 10.000 langkah sehari, main tenis dua kali seminggu, menyapu halaman rumah dan jalan di depan rumah, serta beraktifitas dengan anjing peliharaan dari mulai ngajak jalan, memberi makan dan membersihkan kandangnya, adalah bentuk aktifitas hidup yang banyak gerak.
Aktifitas hidup yang banyak gerak memang kita butuhkan. Itu lawan dari gaya hidup minim gerak, yang dikenal dengan istilah pola hidup Sedentari.
Pola hidup sedentari (sedentary lufestyle) adalah kebiasaan hidup kurang gerak yang merupakan faktor resiko terhadap berbagai masalah kelainan metabolisme seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, resistensi insulin, obesitas, dan sebagainya.
Banyak orang secara tidak sadar terjerumus dalam pola hidup sedentari karena tuntutan pekerjaan harus duduk berlama-lama, kecanduan nonton TV atau main game. Selain itu, adanya kemudahan-kemudahan, misalnya dulu naik tangga sekarang sudah ada lift.
Atau, kebiasaan naik kendaraan untuk jarak dekat padahal bisa dengan berjalan kaki. Atau, semua pekerjaan rumah tangga yang diserahkan kepada pembantu, padahal beberapa bisa dikerjakan sendiri. Yang umum, kurang berolah raga.
Satu-satunya cara untuk meninggalkan pola hidup sedentari adalah dengan aktif bergerak. Berolahraga adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari aktifitas fisik. Lakukan bentuk olahraga yang kita sukai dan sesuaikan dengan waktu yang kita miliki.
Menemukan hal-hal yang positif dan menyenangkan dari aktivitas fisik seperti berjalan kaki, main bola ,senam pagi, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun, dan sebagainya, dapat meringankan langkah kita untuk memulai melakukan aktivitas fisik.
Menganut pola hidup aktif dapat mengurangi resiko terkena berbagai jenis penyakit terutama yang berkaitan dengan metabolisme. Ini juga berlaku bagi orang yang berat badannya normal sekalipun. Apalagi terhadap orang yang memiliki kelebihan berat badan atau orang yang obesitas.
Jadi apapun status berat badan kita, cobalah meninggalkan pola hidup sedentari menuju pola hidup yang lebih sehat dengan lebih aktif bergerak. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...