Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Di desa-desa lain suasananya bisa saja gegap-gempita dan penuh kemegahan, tapi di Desa Pemuteran tampak kebersamaan yang sungguh menggugah, khusyuk dan mengharukan. Karena di Desa Pemuteran, muda-mudi Hindu yang tergabung dalam Sekaa Teruna, seperti STT Stithi Aji, di Desa Adat Pemuteran bergabung bersama muda-mudi Muslim dari Pemuda Ansor, termasuk anggota Banser dan Fatser, ikut bersama mengamankan pawai ogoh-ogoh, sekaligus lebur bersama dalam barisan pawai ogoh-ogoh keliling desa.
Pawai Ogoh-ogoh di Desa Pemuteran itu sendiri berjalan sangat meriah. Ogoh-ogoh yang ditampilkan jumlahnya belasan Ogoh-Ogoh yang dibuat sejak beberapa bulan lalu. Sebagai daerah pariwisata, pawai itu juga ditonton para wisatawan yang menginap di kawasan desa itu.
Selain menyaksikan kemeriahan pawai, suasana yang ditampilkan juga unik dan jarang ada di desa-desa lain di Bali. Anak-anak, pemuda, dan orang tua, turun bersama, terlibat bersama, dalam prosesi pawai. Selain bersama-sama mengarak Ogoh-Ogoh, sebagian ikut melakukan pengamanan, membuka jalan, mengatur lalu-lintas, dan tentu saja mengatur penonton.
Mereka seakan tak mengenal kata lelah, dari sore hingga malam mereka terlibat dalam semangat kebersamaan. Yang sangat menarik, tampak sekali tak ada sekat antara pemuda Muslim dan teruna Hindu serta warga-warga tetua mereka, dalam acara itu. Satu hal yang pasti, mereka sama-sama bersemangat hingga suskses semua acara.



Ketua Pemuda Ansor Desa Pemuteran, Syarifuddin, mengatakan dalam acara pawai Ogoh-ogoh itu memang semua Perangkat Desa Pemuteran, STT Stithi Aji Darma, Kelian Desa Pakraman, Karang Taruna Putra Sesana Pemuteran, Pengurus FKUB Pemuteran, Ansor-Banser, dan Fatser.
Menurutnya, partisipasi warga Non Hindu sebagai peserta pawai, ini baru tahun ini dilakukan. Tapi kalau membantu pengamanan di jalan saat ada upacara keagamaan, sejak dulu memang sudah biasa dilakukan bersama-sama , baiuk warga Hindu maupun warga non Hindu, di Desa Pemuteran.
“Dan yang paling penting, Hubungan baik semacam ini, hubungan baik yang sudah terjalin sejak dulu di Pemutetan, harus tetap dijaga. Dan zaman sekarang, hal-hal semacam ini sangat perlu ditampilkan, karena mengingat akhir-akhir ini ada oknum yang mencoba memecah-belah warga mengatasnamakan agama,” kata Syarifuddin. [T/*]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...