Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Di desa-desa lain suasananya bisa saja gegap-gempita dan penuh kemegahan, tapi di Desa Pemuteran tampak kebersamaan yang sungguh menggugah, khusyuk dan mengharukan. Karena di Desa Pemuteran, muda-mudi Hindu yang tergabung dalam Sekaa Teruna, seperti STT Stithi Aji, di Desa Adat Pemuteran bergabung bersama muda-mudi Muslim dari Pemuda Ansor, termasuk anggota Banser dan Fatser, ikut bersama mengamankan pawai ogoh-ogoh, sekaligus lebur bersama dalam barisan pawai ogoh-ogoh keliling desa.
Pawai Ogoh-ogoh di Desa Pemuteran itu sendiri berjalan sangat meriah. Ogoh-ogoh yang ditampilkan jumlahnya belasan Ogoh-Ogoh yang dibuat sejak beberapa bulan lalu. Sebagai daerah pariwisata, pawai itu juga ditonton para wisatawan yang menginap di kawasan desa itu.
Selain menyaksikan kemeriahan pawai, suasana yang ditampilkan juga unik dan jarang ada di desa-desa lain di Bali. Anak-anak, pemuda, dan orang tua, turun bersama, terlibat bersama, dalam prosesi pawai. Selain bersama-sama mengarak Ogoh-Ogoh, sebagian ikut melakukan pengamanan, membuka jalan, mengatur lalu-lintas, dan tentu saja mengatur penonton.
Mereka seakan tak mengenal kata lelah, dari sore hingga malam mereka terlibat dalam semangat kebersamaan. Yang sangat menarik, tampak sekali tak ada sekat antara pemuda Muslim dan teruna Hindu serta warga-warga tetua mereka, dalam acara itu. Satu hal yang pasti, mereka sama-sama bersemangat hingga suskses semua acara.



Ketua Pemuda Ansor Desa Pemuteran, Syarifuddin, mengatakan dalam acara pawai Ogoh-ogoh itu memang semua Perangkat Desa Pemuteran, STT Stithi Aji Darma, Kelian Desa Pakraman, Karang Taruna Putra Sesana Pemuteran, Pengurus FKUB Pemuteran, Ansor-Banser, dan Fatser.
Menurutnya, partisipasi warga Non Hindu sebagai peserta pawai, ini baru tahun ini dilakukan. Tapi kalau membantu pengamanan di jalan saat ada upacara keagamaan, sejak dulu memang sudah biasa dilakukan bersama-sama , baiuk warga Hindu maupun warga non Hindu, di Desa Pemuteran.
“Dan yang paling penting, Hubungan baik semacam ini, hubungan baik yang sudah terjalin sejak dulu di Pemutetan, harus tetap dijaga. Dan zaman sekarang, hal-hal semacam ini sangat perlu ditampilkan, karena mengingat akhir-akhir ini ada oknum yang mencoba memecah-belah warga mengatasnamakan agama,” kata Syarifuddin. [T/*]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...