Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Pameran Seni Rupa di Bentara Budaya Bali kali ini mengetengahkan karya-karya terpilih perupa Hari Budiono dalam bingkai tajuk “Memedi Sawah”.
Memedi Sawah atau orang-orangan sawah atau di Bali disebut Lelakut, dapat diartikan sebagai simbol teror kepada lingkungan. Merujuk pada fungsinya, yaitu menakut-nakuti hewan dan hama di sawah. Menurut Hari Budiono, sawah adalah perumpamaan dari suatu ekosistem yang harus dijaga dari gangguan. Tetapi pada kenyataannya acap kali terlihat bahwa sang penjaga inilah yang sekarang menjadi pengganggu dalam suatu lingkungan.
Tertaut pameran ini, budayawan Sindhunata mengungkapkan bahwa memedi sawah itu jadi tidak menakutkan lagi, mereka telah tertawa dengan tawa manusia Indonesia, mulai dari presiden sampai rakyat biasa. Memang, ketakutan sosial hanya bisa dikalahkan dengan tertawa bersama-sama. Ketakutan itu memecah belah, sedangkan tertawa itu menyatukan.
Eksibisi menampilkan 8 lukisan dan 1 karya instalasi bertajuk “Jangan Takut Memedi Sawah“, terdiri dari 100 orang-orangan sawah yang memegang lukisan wajah tokoh yang sedang tertawa dan syair lagu Ibu Pertiwi. Ini dimaknai sebagai perlawanan terhadap teror yang dilakukan oleh para memedi sawah. Adapun lukisan yang dipamerkan banyak mengambil tema kritik sosial terhadap situasi yang berkembang di masyarakat.
Eksibisi menampilkan 8 lukisan dan 1 karya instalasi bertajuk “Jangan Takut Memedi Sawah“, terdiri dari 100 orang-orangan sawah yang memegang lukisan wajah tokoh yang sedang tertawa dan syair lagu Ibu Pertiwi. Ini dimaknai sebagai perlawanan terhadap teror yang dilakukan oleh para “memedi sawah”.
Pameran kali ini mengedepankan tema kritik sosial terhadap situasi yang berkembang di masyarakat. Pembukaan dimaknai Pembacaan Puisi oleh dramawan Abu Bakar, pertunjukan tari “Lelakut” oleh Komunitas Bumi Bajra dengan koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani.
Selain di Bentara Budaya Bali, pameran ini diselenggarakan pula di Bentara Budaya Jakarta (14-23 Februari 2019), Bentara Budaya Solo (14-20 Maret 2019) dan Bentara Budaya Yogyakarta (23-30 Maret 2019).
HARI BUDIONO adalah kurator di Bentara Budaya. Ia lulus Sekolah Tinggi Seni Rupa “ASRI“ Yogyakarta tahun 1985. Ketika tahun 1982 Jakob Oetama mendirikan Bentara Budaya di Yogyakarta, bersama Sindhunata, GM Sudarta, JB Kristanto, Hajar Satoto, dan Ardus M Sawega, dia menjadi pelaksana angkatan pertama.
Pernah menjadi Wartawan Majalah Bergambar Jakarta-Jakarta (tahun 1986 – 1989 dan 1993 – 1994), serta menjadi Redaktur Foto Harian Bernas Yogyakarta (tahun 1990 – 1993). Menulis feature dan liputan budaya untuk media Tabloid Citra, Majalah Intisari, The Jakarta Post, dan Harian Kompas. [*/T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...