Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Foto Prof. Bagus menerima Hadiah Sastera Rancage 1999[/caption]
Banyak hal lain dibahas dalam buku tebal ini, tentunya. Bagian favorit saya ketika ada terselip kisah-kisah tentang Gus Dur dari buku ini membuat saya ngakak.
Suatu hari Pak Ayip ke Kairo. Diantarlah oleh Fudoli Zaini, teman Gus Dur ketika belajar di Universitas Al-Azhar. Fudoli Zaini yang sedang berusaha menyelesaikan S3 itu lantas berkata pada pak Ayip, katanya, "Sayang Saudara Ayip tidak datang bulan lalu?"
"Mengapa?"
"Kalau datang bulan lalu niscaya bertemu Gus Dur. Dia mampir dan sempat mengadakan pertemuan dan berbicara dengan kawan-kawan disini," katanya.
"Oh, ya? Apa yang dia bicarakan?"
"Katanya, untung dia tidak terus belajar di Azhar sehingga sekarang bisa jadi orang," jawab Fudoli.
"Maksudnya apa?"
"Maksudnya ya... saya ini bukan orang."
Buku ini saya dapat 10 tahun lalu, diterbitkan dalam menyambut Bapak Ayip Rosisi 70 tahun, 31 Januari 2008. Kemarin menjelang 80 tahun usia beliau, beliau masih aktif hadir berdiskusi ke Perpustakaan Nasional, dan menulis ini itu.
Ironis memang, dan terasa nendang judul buku ini di tengah heboh berita orang bergelar berjejer kok nyontek, plagiat.
Jangan-jangan benar mungkin dawuh Gus Dur, kalau mau jadi orang, tak usah tamatkan kuliah? (T)
Catatan Harian 4 Februari 2018
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...