Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Pelukisan Bali dan China berfose di depan lukiasan dalam pameran From Bali to Beijing di China[/caption]
Pemerintahan China diwakili Director of Wenguang bureau (semacam Dinas Kebudayaan di Indonesia), Ms Que Liqun menyambut baik program kolaborasi budaya dua Negara ini. Ia mengapresiasi terobosan para seniman untuk menggali kekuatan tradisi yang dikreasi ke dalam bentuk penciptaan yang lain dalam konsep seni yang lebih modern.
Pemerintah China memiliki kesadaran penuh bila nilai estetika yang sudah dipahami dalam seni tradisi harus menjadi pijakan dan kekuatan pengembangan seni rupa baik dalam paham kontemporer ataupun bentuk yang lain. Pihaknya juga menyampaikan bila kota Qingdao dibangun dengan perencanaan pemangunan fasilitas dan infrastruktur kesenian yang memadai untuk mendukung setiap perhelatan seni di kota ini.
Pameran kolaborasi “From Bali to Beijing” menampilkan tak kurang dari 100 karya terdiri dari lukisan dan patung. Sebuah lukisan berukuran besar 3x10 meter karya Cai Yushui memenuhi dinding di sisi kanan Museum, secara visual bercerita tentang ragam aktivitas budaya Bali, mulai dari peristiwa ngaben, upacara pernikahan dipadu dengan pertunjukan barong landung hingga prosesi persembahyangan masyarakat Bali.
Sementara yang lainnya kental dengan karya rupa gaya China yang dominan menggunakan teknik tradisi, meski pencapaiannya bisa dibaca dengan wacana yang lain. Demikian pula pajangan karya patungnya terkesan menjadi gagasan peradaban lampau dengan teknik garapan kekinian. Pameran akan berlabgsung hingga 27 Desember 2017. (T)
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...