Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Pelukisan Bali dan China berfose di depan lukiasan dalam pameran From Bali to Beijing di China[/caption]
Pemerintahan China diwakili Director of Wenguang bureau (semacam Dinas Kebudayaan di Indonesia), Ms Que Liqun menyambut baik program kolaborasi budaya dua Negara ini. Ia mengapresiasi terobosan para seniman untuk menggali kekuatan tradisi yang dikreasi ke dalam bentuk penciptaan yang lain dalam konsep seni yang lebih modern.
Pemerintah China memiliki kesadaran penuh bila nilai estetika yang sudah dipahami dalam seni tradisi harus menjadi pijakan dan kekuatan pengembangan seni rupa baik dalam paham kontemporer ataupun bentuk yang lain. Pihaknya juga menyampaikan bila kota Qingdao dibangun dengan perencanaan pemangunan fasilitas dan infrastruktur kesenian yang memadai untuk mendukung setiap perhelatan seni di kota ini.
Pameran kolaborasi “From Bali to Beijing” menampilkan tak kurang dari 100 karya terdiri dari lukisan dan patung. Sebuah lukisan berukuran besar 3x10 meter karya Cai Yushui memenuhi dinding di sisi kanan Museum, secara visual bercerita tentang ragam aktivitas budaya Bali, mulai dari peristiwa ngaben, upacara pernikahan dipadu dengan pertunjukan barong landung hingga prosesi persembahyangan masyarakat Bali.
Sementara yang lainnya kental dengan karya rupa gaya China yang dominan menggunakan teknik tradisi, meski pencapaiannya bisa dibaca dengan wacana yang lain. Demikian pula pajangan karya patungnya terkesan menjadi gagasan peradaban lampau dengan teknik garapan kekinian. Pameran akan berlabgsung hingga 27 Desember 2017. (T)
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...