Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Ake Buleleng kolaborasi dengan dolanan dari Sanggar Manik Utara. Foto: Kardian Narayana[/caption]
Dalam konser itu, Ake Buleleng yang digawangi Budi Kurniawan alias Unyil (drum), Ngurah Noky (bass), Gde Kurniawan (gitar), Yoga (vokal), Andik (vokal), Agus Jrink (vokal), dan Pande Unyil (vokal) itu, memainkan lagu-lagu yang ada di album perdana “Yuk ke Buleleng”.
Dengan kerendahan hati, mereka juga mengcover lagu “Ciri-Ciri” milik penyanyi pop Bali, Yong Sagita, yang terkenal pada tahun 1990-an. Pada beberapa lagu, Ake Buleleng memainkannya secara kolaborasi bersama musisi lain, seperti Gitaris Bintang Hari PW dan Gaguk gitar.
Jika bicara soal timpal-metimpal, kolaborasi semacam itu tak bisa dilakukan dengan apik jika mereka tak berteman dari hati ke hati. Karena kolaborasi bukan soal main bersama, tapi bagaimana antar mereka saling menyentuh, saling memasuki. Misalnya Gede Kurniawan seakan ikut memetik gitar Hari PW, dan Hari PW seakan ikut memainkan vocal Yoga atau Andik.
Yang menarik, Ake Buleleng melakukan kolaborasi dengan Sanggar Manik Utara pada lagu Megoak goakan. Lagu itu diawali dengan dolanan megoak-goakan, disusupi kemudian dengan lagu Megoak-goakan ciptaan Ake Buleleng. Dolanan adalah jenis musik (bunyi-bunyian) yang dikenal manusia Bali saat kecil, dan itu seakan menjadi pengingat bahwa Ake Buleleng tak pernah melupakan akar, asal-usul, atau riwayat.
Jadi, siapa pun yang berada di atas panggung itu, apakah timpal ake, apakah timpal ente, pokokne semuanya top. (T)
Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...