Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Ake Buleleng kolaborasi dengan dolanan dari Sanggar Manik Utara. Foto: Kardian Narayana[/caption]
Dalam konser itu, Ake Buleleng yang digawangi Budi Kurniawan alias Unyil (drum), Ngurah Noky (bass), Gde Kurniawan (gitar), Yoga (vokal), Andik (vokal), Agus Jrink (vokal), dan Pande Unyil (vokal) itu, memainkan lagu-lagu yang ada di album perdana “Yuk ke Buleleng”.
Dengan kerendahan hati, mereka juga mengcover lagu “Ciri-Ciri” milik penyanyi pop Bali, Yong Sagita, yang terkenal pada tahun 1990-an. Pada beberapa lagu, Ake Buleleng memainkannya secara kolaborasi bersama musisi lain, seperti Gitaris Bintang Hari PW dan Gaguk gitar.
Jika bicara soal timpal-metimpal, kolaborasi semacam itu tak bisa dilakukan dengan apik jika mereka tak berteman dari hati ke hati. Karena kolaborasi bukan soal main bersama, tapi bagaimana antar mereka saling menyentuh, saling memasuki. Misalnya Gede Kurniawan seakan ikut memetik gitar Hari PW, dan Hari PW seakan ikut memainkan vocal Yoga atau Andik.
Yang menarik, Ake Buleleng melakukan kolaborasi dengan Sanggar Manik Utara pada lagu Megoak goakan. Lagu itu diawali dengan dolanan megoak-goakan, disusupi kemudian dengan lagu Megoak-goakan ciptaan Ake Buleleng. Dolanan adalah jenis musik (bunyi-bunyian) yang dikenal manusia Bali saat kecil, dan itu seakan menjadi pengingat bahwa Ake Buleleng tak pernah melupakan akar, asal-usul, atau riwayat.
Jadi, siapa pun yang berada di atas panggung itu, apakah timpal ake, apakah timpal ente, pokokne semuanya top. (T)
Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...