Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
aroma tanah selepas hujan
sisakan nafasnya yang gemetar
dingin pagi
kekecewaan yang bersandar
yang tak pernah dicapai matahari
tak berikan waktu terbaik
untuk kita
desah jangkrik
nyanyian katak: sesekali muncul
larut dalam cawan-cawan embun
2026
cerita dari etalase
toko bakery favorit kita
sepotong roti
secangkir cappuccino
cara kita melompati batas mimpi
menemani kita lewati api
dan salju dada masing-masing
2026
kedua matamu
puisi yang tak ingin kuselesaikan
tafsir yang selalu aku samakan
tubuhmu album kenangan
dan aku memilih tersesat di dalamnya
libur tak bertemu
rindu selalu bertamu
bukti puncak cinta kita
embun pecah dada berdegup
sesak cemburu
memar oleh matahari
terimalah cintaku yang tak
seberapa ini
dan kemungkinan menerima kegagalan
2026
berdengung di telinga
pekik di kepala
menjalar seluruh raga
jiwa entah kemana
seperti ada jeda
daun-daun kering
menahan karma
biar tak lekas lepas
gugur bukan sebagai pahlawan
meluputkan yang seharusnya
habis punah musnah
telah lama ia
tak bergairah, selepas hujan
tak lagi melimpah
pada matahari ia mengalah
berdengung di telinga
pening di kepala
menghitung cuaca sebenarnya
angin dan hujan tanpa musim
2026
malam sunyi cahaya telah raib
mengoyak lamunan
buat dada lumat nyeri
esok mungkin musnah
memaki tubuhmu
langit bulan sembunyi
dalam rindu lengkap
tanpa peluk, tiada kecup
dibuat lenyap dari ingatan
rahasia apa
yang dibawa malaikat murung
dilatari requeme mistis
kepedihan
2026
aku mencintaimu
hingga ke ujung langit
kuingin kita menua tanpa impian
dan waktu
meski sering dipermainkan hantu-hantu
udara dingin, rindu jadi pelangi
meyirat tak habis-habisnya
pada semesta pinggulmu
kususuri hari-hari bahagia
kuhapus seluruh ingatan masa lalu
gemetar dadaku menjelma kupu-kupu
betapa harum rambutmu
yang luruh di keningmu
tiada kebosanan, hanya derita sempurna
2026
Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...