Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
sebilah pintu
sudah kubaringkan di situ
keluarlah, seperti kebanyakan
angin lewat, atau para sahabat
yang menyeberang
menjadi orang asing baru
tak terkecuali juga aku
lempar kasur dan tidurmu
pergi lagi kita ke hari baru
hari di mana sudah tak perlu
harus tahu lebih dulu
lipat, muslihatkan
dendam, kebencianmu
yang tak berumah
akan selalu berkemah
di dalamnya
simpan dirimu
di bawah amarah serupa itu
di bawah air panas
air bau kayu kayu
mengalir
mengalir
yang mengalir
sudah bukan dirimu
sedang di cermin beruap
kita tak punya rupa
semua kebohongan
tak usah disingkap
koper itu
sudah tak lagi minta isi
ke situ ke situ, masuklah
omong dan yang kosong
tidak malam, tidak siang
bisa dibawa-bawa
apalagi buat cari cinta
kalau cuma bias
antara bayang dan benda
buat apa juga setia
toh sudah ada anjing
atau manusia
tempel, tempel
tempelkan kematianmu
di situ
dari tembok dan tegel
ambil geming
dan dinginnya
tanpa kecamuk
dunia, sebut saja cinta
yang disemen
seukuran batu bata
untuk dilempar ke siapa,
kau perlu membobolnya dulu
meludah juga kita
di atas nama-nama itu
setelah sama-sama kering
dengan amarah
masing-masing
di atas meja
tikus-tikus dari siapa masuk
mengambil kuping
dari kata-kata
dan sisa kepercayaan
yang tinggal sepotong
nyalakan lilinnya
untuk menjauhkan lalat-lalat
dari selera makan
dan percakapan
yang kosong
ini saatnya memisahkan
sekarang dari kemarin,
malam dari dendam
mari makan
hidup juga sekadar
awet sebentar
.
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...