Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
sebilah pintu
sudah kubaringkan di situ
keluarlah, seperti kebanyakan
angin lewat, atau para sahabat
yang menyeberang
menjadi orang asing baru
tak terkecuali juga aku
lempar kasur dan tidurmu
pergi lagi kita ke hari baru
hari di mana sudah tak perlu
harus tahu lebih dulu
lipat, muslihatkan
dendam, kebencianmu
yang tak berumah
akan selalu berkemah
di dalamnya
simpan dirimu
di bawah amarah serupa itu
di bawah air panas
air bau kayu kayu
mengalir
mengalir
yang mengalir
sudah bukan dirimu
sedang di cermin beruap
kita tak punya rupa
semua kebohongan
tak usah disingkap
koper itu
sudah tak lagi minta isi
ke situ ke situ, masuklah
omong dan yang kosong
tidak malam, tidak siang
bisa dibawa-bawa
apalagi buat cari cinta
kalau cuma bias
antara bayang dan benda
buat apa juga setia
toh sudah ada anjing
atau manusia
tempel, tempel
tempelkan kematianmu
di situ
dari tembok dan tegel
ambil geming
dan dinginnya
tanpa kecamuk
dunia, sebut saja cinta
yang disemen
seukuran batu bata
untuk dilempar ke siapa,
kau perlu membobolnya dulu
meludah juga kita
di atas nama-nama itu
setelah sama-sama kering
dengan amarah
masing-masing
di atas meja
tikus-tikus dari siapa masuk
mengambil kuping
dari kata-kata
dan sisa kepercayaan
yang tinggal sepotong
nyalakan lilinnya
untuk menjauhkan lalat-lalat
dari selera makan
dan percakapan
yang kosong
ini saatnya memisahkan
sekarang dari kemarin,
malam dari dendam
mari makan
hidup juga sekadar
awet sebentar
.
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...