Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
aku mencintaimu
seperti hujan mencintai jalanan
tanpa ingin memiliki,
cukup jatuh, pulang, dan menghilang
di gelas kopi yang kau tinggalkan
namamu mengendap perlahan
aku meminumnya
agar rindu tidak tumpah ke mana-mana
jika suatu hari aku lupa caraku berdoa
biarlah wajahmu
menjadi satu-satunya kalimat
yang masih kuingat dengan sempurna
kau lupa kaus kakimu
di sudut kamar
ia menggulung diam-diam
seperti rindu yang malu mengaku
aku tidak memindahkannya
sebab dari sanalah
aku belajar menunggumu
tanpa suara, tanpa jadwal
barangkali cinta memang seperti itu
hadir sebagai benda sepele
yang membuat kamar
tak pernah benar-benar kosong
aku menyebut namamu
pelan-pelan
takut angin iri dan membawanya pergi
di antara detak jam dan lampu redup
namamu tumbuh
seperti doa yang enggan selesai
jika kelak dunia bertanya
apa yang paling sering kupikirkan
aku akan menjawab:
sesuatu yang selalu kusebut dengan lirih
kau meminjamkan payungmu
padahal hujan masih panjang
aku menerimanya
seperti menerima masa depan
di bawah payung itu
aku belajar
bahwa cinta tidak selalu berjalan berdampingan
kadang cukup saling menjaga dari jauh
jika nanti hujan reda
kembalikan payung itu padaku
aku ingin meminjam lagi
alasan untuk bertemu
aku ingin menulis surat panjang
tapi kata-kata takut berlebihan
akhirnya kutulis namamu saja
itu sudah mewakili segalanya
di antara huruf-hurufnya
aku menyelipkan rindu
biar kau membacanya perlahan
seperti membuka pintu rumah sendiri
jika surat ini sampai padamu
tolong jangan dibalas
cukup simpan aku
di tempat paling sunyi dalam dadamu
.
Penulis: Alfiansyah Bayu Wardhana
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...