Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
waktunya untuk kembali mencintai hujan
menanamnya ke sebatang pohon
seperti tersimpan dalam pantun dan gurindam
hujan adalah anime air mata
langit menangis pada kemarau
seperti ditemukan di tengah lagu anak-anak
pohon menjadi rumah singgah bagi hujan
sebelum melanjutkan perjalanan ke laut lepas
seperti api tungkus lumus bertemu air
waktunya untuk kembali mencintai hujan
2025
bulan sabit merah di langit
ad summa ad terra
hidup terkadang lebih gelap dari puisi
lebih abstrak dari lukisan. lebih absurd dari teater
berbicara dari masa lalu dunia nyata
matahari menghilang di antara kabel serat optik
bulan hitam. bulan putih
hanyut tenggelam ke ufuk maut
burung berkabung untuk seorang penyair
yang tidak lagi sanggup menulis puisi
2025
#1000 hari ULP#
kau beri warna angin pada kuda api
kuda dari masa kanak-kanakmu
kuda merah. kuda putih. kuda hitam
kau lukis dengan debu di tanah kering
kau beri uap api pada kuda api
kuda yang menggaris laut dan gunung
kuda angin. kuda air. kuda api
kau pacu dengan hening dalam kesunyianmu
kau beri aroma air pada kuda api
kuda pada sajak hari tuamu
2025
jangan ganggu puisiku. ½ lingkaran
dari lingkaran daur ulang mimpi basah
siapa yang menjagaku
lapuk sendirian menulis puisi
di penangkaran buaya muara
dan lumba-lumba airtawar
di sungai yang mengering
di kegelapan malam
aku menyandang demam seumur hidup
sepanjang tanah yang mencair
menyalakan cahaya di malam abadi
ketika hujan tidak menyentuh tanah
aku mintakan doa peluruh rindu
jamur yang tumbuh di bawah tanah
aku menemukan rahasia patina ini
tahun tanpa musim hujan
2025
aku mengusap wajahku
hujan asam. keringkan peluh wajahku
wajah. yang bukan wajahku
tapi wajahmu :
kelinci air. penderita cacar api
lapar wortel bunga
tanganku beku
kabut asap bekukan tanganku
tangan yang tak kuasa
memetik lagi, hari yang hijau
1000 bulan. bumi tanpa bulan
1001 malam. bumi tanpa malam
tanganku hanya menuliskan puisi
sebuah sajak. satu bait, satu kata
tanpa tanda baca
tergenang air mata. puisi itu terbakar
2025
.
Penulis: Sinduputra
Editor: Adnyana Ole
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...