Keseimbangan Rasio dan Rasa
PERHATIKAN orang yang berselancar, begitu menikmatinya. Justru semakin besar gelombang, semakin peselancar itu menikmati rasanya. Kenapa orang itu bisa melakukannya? Karena ora...
dalam keringnya mata air,
kau menitikkan air mata
meratapi daun-daun kering
yang tengah naik daun
menjilat lidah api itu, menghangus
lidah-lidah mertua yang berkeliling
sebilah pedang yang menebas
menyebab tewas batang kambium
meyatimkan yang serabut,
memiatukan yang tunggang
biji-biji gosong yang bersumpah
akan kembali merekah
meniti pada temali halus, selembut
serat hijau dibagi ganjil
perlahan, ia menjadi bintang paling terang
di Utara
dan menoda bintang di dada Garuda
Buleleng, awal Desember 2025
sudahi saja gemerlap
yang ada dalam kelam itu,
yang disorot
di tengah ribuan mata mendung
namun masih melihat cerah
yang
mengharap kebahagiaan
dalam kesengsaraan
kau buta, padahal kau melihat
dan merekam
kacau-balau di sekitar
ingar-bingar gemerlap
dunia
perutmu kenyang
tapi kau masih lapar
menyeru untuk berani
di dalam selimut takut
sungguh; ini hanyalah ikan kecil
di dalam kolam raksasa
Buleleng, awal Desember 2025
di atas bangku-bangku kayu dan meja belajar,
anak-anak burung menggelepar
tepat setelah dua jarum di dalam jam berhimpit sejajar
menunjuk utara
biji-bijian dan bunga yang mereka sesap tak habis,
kawat berkarat melilit perut mereka
menguras kantung tembolok, membuihkan paruh-paruh kecil itu
lalu, raja kera berkhotbah,
menyebut angka:
núll komma núll núll einn sjö
lantas tertawa, tanpa menaruh kasih
khotbah raja kera itu menggema
sampai ke sudut-sudut,
lima puluh delapan kera turut menggaung
‘angka yang kecil!’
‘masih banyak burung lain yang masih bisa berkicau’
nun jauh di sudut hutan,
di balik dahan kerontang sisa kemarau
ayah dan ibu burung mengumpulkan sabar
dalam pundi-pundi udara mereka,
pasrah akan anak-anak burung yang
disambung selang cairan
lalu mereka mencicit pelan:
‘Bu, kita hanya angka
bagi mereka, kita hanya núll komma núll núll einn sjö
tidak lebih dari apa pun
entah harus berapa banyak dari anak-anak kami yang harus menyabung nyawa,
setiap kali matahari meninggi tepat di atas kepala?’
Buleleng, awal Desember 2025.
hujan enggan mengerti, bahwa akar
tak ingin lagi dirundung cemas
kicau pelan cempala yang menjauh
seiring dua sayap basah itu redup
menyusupkan kalian ke dalam tanah
laiknya semut tergelincir
ke dalam liang undur-undur
kawan lama
yang mereda dahaga dan menyusun
tiga perempat tubuhmu
menjelma Goliath, memijak Daud
menyulap pulmo menjadi akuarium
mengajak kau minum-minum
di kerak neraka
Alas itu serupa Tartarus
yang disesaki dingin
dan kau menanti di pintu, mengharap
Gabriel menjulurkan lengan kokohnya
namun,
Apolion yang mengetuk daunmu
memaksa masuk
menguar derita
Buleleng, awal Desember 2025.
.
Penulis: Rizan Panda
Editor: Adnyana Ole
PERHATIKAN orang yang berselancar, begitu menikmatinya. Justru semakin besar gelombang, semakin peselancar itu menikmati rasanya. Kenapa orang itu bisa melakukannya? Karena ora...
DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu benar. Kota Tangerang waktu itu belum seramai hari ini, Pasar...
Judul Buku : Aib Penulis : I Made Sugianto Penerbit : Pustaka Ekspresi Cetakan : Pertama, Januari 2026 Tebal : 103 halaman...
KETIKA kulkul dipukul, Kasanga Festival 2026 pun resmi dibuka di jantung Kota Denpasar. Hari itu, Jumat, 6 Maret 2026, tepat pukul 17.00 WITA, ribuan warga telah memadati kawasan...
NAMAKU Galang. Usiaku tiga puluh lima tahun. Dulu, aku seorang aktivis. Sekarang, aku hanya mantan sesuatu yang tak sempat selesai. Orang-orang menyebut masa kuliahku “masa penuh...
ZARIFIUM Langit hari itu mengandung muatan emosiYang dikubur terlalu lama dalam pori-pori langitHingga berubah menjadi semacam zat yang tak bisa larut. Udara menjadi berat o...
Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat berinteraksi. Setelah melakukan tegur sapa,...
PERSOALAN TPA Suwung kini bukan lagi sekadar urusan tumpukan residu atau aroma tak sedap yang menusuk hidung. Ketika pemerintah pusat melalui instrumen penegak hukum seperti Bares...
PERKEMBANGAN teknologi digital membuat kebutuhan akan gambar berkualitas semakin meningkat, baik untuk media sosial, bisnis online, maupun kebutuhan pribadi. Banyak orang mulai me...
Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak dimensi rupa menarik yang ditawarkan untuk di...