Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
As Tears Go By, sebuah lagu abadi dari The Rolling Stones. Liriknya yang puitis namun melankolis bercerita tentang kesepian dan keterasingan, tentang orang-orang yang telah kehilangan kebahagiaan masa kecil yang polos dan sederhana, tentang orang-orang yang merasa semakin kesepian dan terisolasi dalam hidup seiring bertambahnya usia.
I want to hear the children sing/
All I hear is the sound/
Of rain falling on the ground/
Saya mudah tersentuh oleh lagu ini. Tema eksistensial seperti ini mudah membangkitkan emosi, terutama dengan lirik retrospektifnya yang menggetarkan yang seakan mengungkap kenangan masa lalu kita sendiri.
Lagu ini digubah dengan indah, tenang namun memikat, dimainkan dengan melodi yang lembut, menciptakan suasana nostalgia yang mendalam. Ada nada kesedihan dan penyesalan dalam liriknya, yang dinarasikan dengan emosi yang kuat dan mengharukan oleh Mick Jagger.
Meski dikenal sebagai band rock'n'roll dan blues yang garang, 'As Tears Go By' justru menunjukkan sisi lain The Stones yang vulnerable. Lagu ini adalah bukti bahwa Mick Jagger dan Keith Richards bukan hanya penulis lagu yang enerjik, tetapi juga pujangga yang peka. Dalam kancah rock 60-an/70-an yang dipenuhi eksperimen, kehadiran balada orkestral semacam ini adalah sebuah pernyataan artistik yang berani.
Aransemennya yang berfokus pada elemen akustik dan orkestrasi string, merupakan salah satu kekuatan lagu ini, karena menciptakan ritme yang nyata, seolah-olah getaran energi yang secara halus menarik kita ke alam bawah sadar. Jiwa kita terasa tercabik-cabik, merasakan keterasingan dan kesedihan atas kehilangan itu. Masa kanak-kanak yang murni, polos, dan autentik dalam diri kita berubah menjadi kerinduan yang jauh dan memilukan.
I sit and watch/ As tears go by
Lirik ini sangat menyentuh. Seperti air mata kita, ini adalah campuran kerinduan dan kesedihan atas hilangnya waktu dan kepolosan dalam perjalanan hidup yang singkat.
Bagi saya, ini adalah salah satu karya terbaik The Rolling Stones, sebuah karya reflektif yang berhasil menyentuh kedalaman emosi manusia, mengungkapkan betapa terisolasinya kita di dunia ini. Dan secara musikal, gaya mereka sungguh inventif, menciptakan aransemen yang menjadi ciri khas, membuat musik dan lagu terasa alami dan berkarakter sebagai ekspresi yang autentik. Begitulah kelebihan musisi masa lalu. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...