Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
As Tears Go By, sebuah lagu abadi dari The Rolling Stones. Liriknya yang puitis namun melankolis bercerita tentang kesepian dan keterasingan, tentang orang-orang yang telah kehilangan kebahagiaan masa kecil yang polos dan sederhana, tentang orang-orang yang merasa semakin kesepian dan terisolasi dalam hidup seiring bertambahnya usia.
I want to hear the children sing/
All I hear is the sound/
Of rain falling on the ground/
Saya mudah tersentuh oleh lagu ini. Tema eksistensial seperti ini mudah membangkitkan emosi, terutama dengan lirik retrospektifnya yang menggetarkan yang seakan mengungkap kenangan masa lalu kita sendiri.
Lagu ini digubah dengan indah, tenang namun memikat, dimainkan dengan melodi yang lembut, menciptakan suasana nostalgia yang mendalam. Ada nada kesedihan dan penyesalan dalam liriknya, yang dinarasikan dengan emosi yang kuat dan mengharukan oleh Mick Jagger.
Meski dikenal sebagai band rock'n'roll dan blues yang garang, 'As Tears Go By' justru menunjukkan sisi lain The Stones yang vulnerable. Lagu ini adalah bukti bahwa Mick Jagger dan Keith Richards bukan hanya penulis lagu yang enerjik, tetapi juga pujangga yang peka. Dalam kancah rock 60-an/70-an yang dipenuhi eksperimen, kehadiran balada orkestral semacam ini adalah sebuah pernyataan artistik yang berani.
Aransemennya yang berfokus pada elemen akustik dan orkestrasi string, merupakan salah satu kekuatan lagu ini, karena menciptakan ritme yang nyata, seolah-olah getaran energi yang secara halus menarik kita ke alam bawah sadar. Jiwa kita terasa tercabik-cabik, merasakan keterasingan dan kesedihan atas kehilangan itu. Masa kanak-kanak yang murni, polos, dan autentik dalam diri kita berubah menjadi kerinduan yang jauh dan memilukan.
I sit and watch/ As tears go by
Lirik ini sangat menyentuh. Seperti air mata kita, ini adalah campuran kerinduan dan kesedihan atas hilangnya waktu dan kepolosan dalam perjalanan hidup yang singkat.
Bagi saya, ini adalah salah satu karya terbaik The Rolling Stones, sebuah karya reflektif yang berhasil menyentuh kedalaman emosi manusia, mengungkapkan betapa terisolasinya kita di dunia ini. Dan secara musikal, gaya mereka sungguh inventif, menciptakan aransemen yang menjadi ciri khas, membuat musik dan lagu terasa alami dan berkarakter sebagai ekspresi yang autentik. Begitulah kelebihan musisi masa lalu. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...