Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP sudah biasa menggambar. Tetapi, ketika diajak menggambar bersama mengunakan media baju, mereka tampak bersemangat. Mereka menuangkan idenya dengan bebas dengan rasa yang senang. Mulai dari menggambar hingga mewarnai dengan pilihan warna memikat. Mereka juga bahagia ketika melakukan daur ulang kertas, sebagai berproses untuk mengetahui bahwa kertas itu memang bersumber dari alam.
Itulah suasana kegiatan bertajuk Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali bersama mitra, yakni Kupu-Kupu Learning Center, beberapa waktu lalu. Anak-anak yang terlibat begitu antusias. Mereka tak hanya siap pratek melukis secara langsung, tetapi juga menyiapkan berbagai alat dan sarananya. Walau dilakukan beberapa jam, namun canda dan tawa mewarnai aktivitas seni mereka.
“Program Inovasi Seni Nusantara ini bertujuan untuk penguatan Emotional Engagement, dalam mengantisifasi bullying dan menguatkan kreativitas anak melalui Medium Inovasi Ekspresif (MIE),” kata Ketua PISN ISI Bali, Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn.,M.Ds yang didampingi anggota, seperti Ida Bagus Hari Kayana Putra, S.Kom.,M.Sn; Prof. Dr. Ni Luh Sustiawati M.Pd; dan Ni Luh Indah Desira Swandi, S.Psi.,M.Psi. serta beberapa mahasiswa itu.

Kegiatan tersebut berlangsung akrab di Kupu-Kupu Learning Center yang meliputi berbagai kegiatan, seperti Tie-Dye (30 Oktober 2024), menggambar dan mewarnai di T-Shirt (19 Oktober 2025), daur ulang kertas (11 November 2025) dan kegiatan ecoprint (19 Oktober 2025). Sementara kegiatan bersama mitra MGMP Seni Budaya untuk menggambar dan mewarnai di TShirt dilaksankan pada 27 Oktober 2025.
Salah satu orang tua siswa menyebut kegiatan ini sangat positif. Apalagi, belakangan ini sering terjadi kasus bullying terhadap anak-anak, sehingga adanya kegiatan anak-anak tidak terfokus pada hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami berharap kedepannya anak-anak ini menjadi lebih ekspresif, berani bisa mengontrol emosi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kasus bullying yang marak terjadi belakangan ini,” ucapnya.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya, Ni Made Setyawati, S.Pd mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Tim PISN Kampus ISI Bali. Itu karena Tim PISN Kampus ISI Bali telah memberikan waktu sebagai mitra kerjasama dalam program Inovasi Seni Nusantara ini. “Mudah-mudahan peserta didik kami bisa menjauhi bullying tersebut,” harap Setyawati.
Sementara guru sekolah lainnya yang sedang mengajak siswa siswinya, juga merasa sangat gembira dalam mengikuti program ini. Melalui program ini, anak-anak mempunyai aktivitas baru yang menghindarkan mereka dari pemikiran untuk melakukan Bullying kepada sesama teman. “Paling penting, anak-anak mereka merasa senang dalam mengikuti program ini, disamping untuk mendapatkan pengalaman baru bersama teman-temannya,” harapnya.

Manager Kupu-Kupu Learning Center, Ni Putu Nita Rahayu mengaku senang dengan Program Inovasi Seni Nusantara yang mendidik dan bermanfaat. “Kami dari Kupu-Kupu Learning Center sangat senang sekali dengan diadakannya program ini. Mudah-mudahan program seperti ini lebih banyak lagi di masa depan, sehingga kita bisa mewujudkan generasi muda yang berkualitas,” ucap Nita Rahayu senang.
Sedangkan, Larry Julianto mengatakan, program ini sesungguhnya untuk menjalin hubungan yang baik antara siswa atau anak dengan anak lainnya, kemudian anak dengan gurunya dan anak dengan orang tuanya. Semua kegiatan melibatkan Siswa SD dan SMP, orang tua siswa dan guru mata pelajaran seni budaya untuk meningkatkan Emotional Engagement. “Kegiatan ini merupakan implementasi dari konsep yang kita rancang bersama mitra sasaran, yaitu Kupu-Kupu Learning Center yakni MIE,” tegasnya.

Selain menggambar di baju dan daur ulang kertas, anak-anak juga diajak mengekspresikan seni dan desain di dalam kain, yaitu Tie-Dye, dan sebagai implementasi yang lainnya adalah Ecoprint yang dilakukan bersama mitra sasaran. “Bersama mitra, kami bekerjasama menyebarluaskan Program MIE ini melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya. Tujuan dari PISN ini adalah menyasar supaya kasus Bullying bisa semakin ditekan di Bali,” ungkap Larry Julianto. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...