Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Beberapa teman mengeluh, sering mengeluh karena merasa karya-karya atau tulisan-tulisannya, tidak mendapat penghargaan yang layak, padahal menurutnya, karya atau tulisannya indah, berdaya, baik, benar, menarik dan berguna.
"Menurutnya'" mengandung makna subyektif, bukan obyektif: bisa benar, bisa juga tidak benar, sehingga menurut seseorang/individu, sekelompok orang, bisa jadi tidak berlaku untuk seseorang/individu, sekelompok orang yang lain.
Kata indah, baik dan benar ada pada wilayah spirit/rohani, kata berdaya dan berguna ada pada wilayah material/jasmani, sedang kata menarik berada pada wilayah material-spiritual/jasmani-rohani.
Dalam dunia yang lebih mementingkan unsur material/jasmani seperti saat ini, penghargaan (yang sesungguhnya bersifat rohani/spiritual) lebih sering dimaterialkan dalam wujud uang (kertas, logam, digital dll).
Manusia bisa memanfaatkan uang untuk membeli, keindahan, keberdayaan, kebaikan, kebenaran, ketertarikan dan keberlimpahan dan kebergunaan.
Uang yang bersifat material dinilai bisa dimanfaatkan untuk apa saja yang bisa memberikan kebahagiaan. Tetapi tidak untuk memiliki kebahagian karena "kebahagian" bersifat jasmani-rohani, keharmonisan jasmani dan rohani.
Manusia adalah salah satu mahluk hidup yang konon memiliki kelengkapan pikiran, kata- kata dan perbuatan.
Kata-kata binatang sering disebut suara. Beberapa tumbuhan juga bersuara, salah satunya bunga wijaya kusuma saat mekar, tapi secara umum dikenali sebagai vibrasi (komunikasi energi/spirit ).
Kata-kata, suara dan vibrasi unsur adalah sesuatu yang berada antara material dan spiritual.
Dalam kehidupan, pikiran kata-kata/suara/ vibrasi dan perbuatan yang tak berwujud bisa diwujudkan. Binatang bisa mewujudkannya dalam bentuk, manusia bisa mewujudkannya dalam wujud berbagai alat (dari yang sangat sederhana sampai yang modern dan sangat modern).
Pemahaman dan penguasaan manusia pada pikiran, membuat manusia mampu mewujudkan pikiran dalam kata-kata (teori-teori) dan perbuatan (penelitian-penelitian/praktek-praktek) dalam wujud api. Pemanfaatan wujud api melahirkan pengetahuan-pengetahuan yang dapat diwujudkan dalam material yang beri pikiran, kata-kata/teks/ide/ gagasan dll, dan tingkah laku.
Leluhur Manusia, khususnya Bali mempunyai aturan sendiri dengan yang dimaksud sebagai sastra (salah satu karya yang berwujud tulisan)
Karya sastra yang baik disebut susastra, Biasanya dihasilkan dari pikiran dan perasaan yang sadar akan dirinya sebagai manusia yang berpikir, berkata dan berbuat baik.
Dunia bersifat material/jasmani dan spiritual/rohani. Pikiran dan kata-kata lebih bersifat spiritual/rohani, perbuatan lebih bersifat material/jasmani.
Hanya pikiran dan kata-kata yang dipenuhi dengan kesadaran akan konsep dualitas ini, material/jasmani dan spiritual/rohani, yang akan mampu mewujudkan keharmonisan lahir-batin, yang akan menjadi kebahagiaan pada dirinya sendiri. Diri yang bahagia akan bisa membahagiakan yang lain.
Karya sastra, karangan, novel, puisi, dll, adalah salah satu aspek spirit/rohani yang dimaterialkan/ dijasmanikan dalam bentuk buku, lontar dll sehingga bisa dibaca, disebarluaskan. Karya yang sudah dibaca akan mempengaruhi pikiran, perasan dan bisa dipakai sebagai stimulan/pengkejut untuk merangsang kesadaran jasmani/material/tubuh fisik melakukan sesuatu untuk mendapatkan keharmonisan bagi dirinya sendiri.
Tubuh yang bahagia akan bisa menjadi stimulan/pengkejut untuk mengnspirasi kesadaran spiritual/rohani berupa pikiran dan perasaan untuk berpikir dan berkata-kata yang bisa mengharmoniskan dirinya sendiri/pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan yang bahagia akan mampu membahagiakan pikiran dan perasaan yang lain.
Tulisan, karangan, karya ilmiah karya sastra adalah aspek spiritual/rohani berupa pikiran, gagasan, perasaan yang dimaterialkan. Pematerialan yang jasmani/rohani, memerlukan bantuan unsur-unsur pengejut/perangsang seperti dana, promosi, manajemen dll, agar karya bisa hadir dan diterima, disadari dengan penuh kesadaran sehingga bermanfaat bagi yang lain.
Karya tulis yang merupakan kumpulan kata-kata berada pada tuang antara material/jasmani dan spiritual/rohani. Banyak lapisan-lapisan yang harus ditembus, untuk bisa sampai pada dirinya sendiri dan orang lain. Kadang rasa jenuh, malas yang dicampur dengan ego pikiran membuat seorang penulis melarikan diri untuk sementara pada minuman, makanan, bau, rasa, sentuhan, pandangan yang menghibur, diselingi keluh. Keluh panjang dan berkepanjangan melahirkan penderitaan.
Atau terjerat dan menjerat diri pada kemabukan pikiran, merasa "paling": berdaya (muda/segar), bergaya (ganteng/cantik), benar, baik, berarti, berartha, dan berilmu, yang melahirkan mental pengeluh, sehingga merasa paling menderita. Perasan menderita yang berkepanjangan akan berwujud menjadi penderitaan, yang menjadi lawan dari kebahagiaan. [T]
Bali, 10/08/2025
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...