DALAM ajaran Hindu Bali, "Bhuta Kala" dipahami sebagai kekuatan alam yang bersifat negatif yang mendatangkan gangguan atau kekacauan. Bentuknya beragam. Bisa berupa janji manis hidup penuh kesenangan dan rayuan surgawi yang menyesatkan kehidupan manusia.
"Panugrahan Ida Bhatara" merujuk pada anugerah dari Ida Bhatara (Tuhan) kepada umat manusia. Bentuknya tidak selalu material, tapi lebih banyak berupa tuntunan batin dan keteguhan pikiran yang membuat tidak mudah tergoda, bertindak jernih dan tahan banting.
Masyarakat Hindu Bali kini menghadapi banyak tantangan dan iming-iming 'kemajuan instan' yang menyesatkan dan membawa dampak buruk jangka panjang berkepanjangan bagi Hindu Bali.
Iming-iming ini bisa bersumber dari sepak terjang ceroboh masyarakat lokal, program pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang gegabah, investasi lokal-nasional dan investasi asing yang tidak peduli tatanan alam dan budaya Bali, dll.
Secara tradisional, ajaran Hindu Bali memberi tuntunan untuk tidak bekerja sama dengan "Bhuta Kala" dan sebaliknya memohon "Panugrahan Ida Bhatara".
Masyarakat Hindu Bali kini dituntut jernih melihat mana "Program Bhuta Kala" dan mana "Panugrahan Ida Bhatara".
Program Bhuta Kala banyak iming-iming, tipu daya dan janji-janji emas.
Dalam cerita Ramayana, penculikan Sita didahului oleh tipu daya Rahwana yang menyamar menjadi seorang pendeta tua dan tipu daya Marica yang menyamar menjadi rusa emas yang membuat Sita meminta Rama menangkapnya, sehingga Rama meninggalkan Sita dan Laksmana.
Dalam tradisi sastra di Bali disebutkan Sita melambangkan "tanah air" tertipu diculik Rahwana.
Sosok Rahwana adalah 'Program Bhuta Kala' yang menyamar menjadi pendeta tua. Marica yang menyamar menjadi rusa emas.
Kakawin Ramayana yang diwarisi dalam tradisi Hindu Bali, jika dibandingkan dengan situasi Bali sekarang, senasib Sita tergoda rusa emas jelmaan Marica.
Tipu daya sosok pendeta tua dan rusa emas telah mengejawantah dan bergentayangan di Bali.
Apakah Bali bernasib sama dengan Sitatertipu pendeta tua dan si rusa emas?
Menjaga tanah Bali tidak cukup dengan berbagai upakara caru dan persembahan dalam menghadapi "Program Bhuta Kala".
Program Bhuta Kala ini hanya bisa dinetralisir (somya) dengan keberanian bersikap penolakan dan berani berpihak pada 'pandangan benar' dan 'pikiran jernih' agar mata batin tidak dibutakan silau emas si rusa dan bujuk rayu manis si pendeta tua.
Bisakah Bali melawan tipu daya pendeta tuadan si rusa emas?
Jika tertipu kata-kata manis dan kilau emas, maka masyarakat Bali akan mengikuti Program Bhuta Kala, Rahwana dan Marica.
Sejarah dan masa depan Bali sedang ditulis oleh masyarakat Bali sendiri. Mengikuti "program Bhuta Kala" (si rusa emas dan pendeta palsu), atau mengikuti tuntunan "Panugrahan Ida Bhatara", keduanya sangat tergantung kesadaran kolektif masyarakat Bali dalam menjawab/menyikapi tantangan kekinian. [T]
APAKAH itu karena seni? Pagi itu, ratusan anak tengah bergegas menuju depan Gedung MMBG, Art Center Taman Budaya Provinsi Bali. Mereka, seakan tidak mau ketinggalan atau mungkin t...
DI masa lalu, di Bali, lumrah adanya berbagai jenis atraksi seni yang dipertunjukkan di jalanan. Senimannya bergerak, berjalan, atau jeda sebentar, sembari tetap menari dan...
"Budaya tidak hanya sekadar menjadi warisan statis melainkan kekuatan dinamis yang terus hidup, berkembang, dan memberikan identitas serta semangat bagi masyarakat Bali dan...
SAAT kita keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dan menuju pusat Kota Denpasar, lanskap arsitektur Bali tampak sangat beragam. Tanpa pola yang konsisten, berbagai gaya bangunan,...
“Pertanian bukan sekadar bercocok tanam. Ia adalah masa depan yang kita tanam hari ini.”
Di tengah derasnya arus modernisasi, digitalisasi, dan gaya hidup instan, sektor pertan...
KETIKA mendengar kata desa adat, bayangan banyak orang melayang pada hamparan wilayah geografis dengan pura, balai banjar, dan tatanan masyarakatnya. Namun, di Institut Mpu Kutura...
PEMBACA yang budiman, ada kabar baik. Atau kabar buruk, entahlah. Sekarang kita bisa membuat video yang sangat realistis hanya dengan mengetik prompt. Bisa juga bikin foto keluarg...
BIASANYA yang pentas di Pekan Apresiasi Seni Kabupaten Buleleng di Ruang Taman Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Singaraja, itu orang-orang terlatih, para seniman muda maupun tua dari...
MALAM baru saja jatuh saat saya memarkir motor di Terminal Manukan setelah menyusuri gang-gang sempit di Manukan Wetan mencari penjual martabak mi yang ternyata sedang libur juala...
SEIRING meningkatnya antusiasme warga membuka tabungan haji di beberapa cabang Bank Syariah Indonesia Tbk yang ada di Bali, khususnya Buleleng, saat ini PT Bank Syariah Indo...