Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Jika pagi ini kembali
hanya wangimu yang aku ingat.
Kau, perempuan beraroma laut.
Semerbak gelombang tak pernah surut.
Aku memberinya nama, kenangan.
Angin tiba di jendela pagi ini
membawa tawa dan sejumlah tanya milikmu,
Apa kabar? Sudahkah kau tersenyum hari ini?
Harapan mana yang sedang kau kenakan?
(Surakarta, 2024)
Kau keceriaan di ujung langit April yang sunyi.
Di barat ada petang dan burung-burung kembali ke sarang.
Kau kenangan indah yang terlambat dan tak dapat kuingat.
Aku ingin mampu menceritakan setiap yang kulihat ketika
berjalan di stasiun.
Kau suara angin pada pangkal Mei yang merdu.
Gema suaramu memecah hiruk pikuk di dalam kereta
yang sedang melaju.
Kau laut yang hanya mau mengenakan warna biru. Selalu begitu.
Kau tenang dan menghanyutkan waktu-waktuku.
(Surakarta, 2024)
Selepas September
tak ada apa-apa selain sisa ingatan
yang terus dirawat hujan awal bulan.
Aku masih tetap di persimpangan jalan
ketika orang-orang bergegas mencari entah apa?
Mereka tersenyum tanpa suara, tanpa kata-kata.
Cinta kini telah menjadi nyanyian
yang justru tak dapat disimak oleh telinga.
Di persimpangan jalan kutemui hujan
yang lebih lebat dan wajahmu ada di mana-mana,
di petunjuk arah jalan, di papan reklame dan iklan,
pada foto caleg yang usang di kiri jalan.
Ada matamu awas mengawasi.
Ada agenda besar yang hendak kulakukan setelah hujan siang ini:
Mengalahkan diri sendiri dan berusaha keras melupakan namamu.
(Surakarta, 2024)
Desember berlalu dan Januari datang
musim kemarau telah berakhir
dan walaupun musim panas belum benar-benar berakhir
wajahnya sudah berpaling ke barat.
Bunga-bunga patma menuliskan jejak langkah
kepergian kekasihnya dalam aksara ungu
dan di atas bukit serta lembah
menggantung asap biru pudar
seakan alam tengah memuja altar hutan.
Buah apel mulai merona merah
Pada dahan yang melengkung
jangkrik bernyanyi siang-malam
tupai bertukar kabar di pohon cemara
sinar matahari sepekat dan sekuning emas cair
malam yang tenang dengan bintang-bintang musim semi.
(Surakarta, 2024)
Aku ingin menjadi warna biru
pada benda-benda yang kau miliki.
Aku ingin selalu kau kenakan.
(Surakarta, 2024)
*
Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...