Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita
Di era digitalisasi sekarang, dengan teknologi yang amat maju, ponsel pintar dan internet, orang-orang bisa berkomunikasi tanpa hambatan melalui telepon atau fitur pesan. Atau den...
Bawa aku kembali ke neraka
dunia ini sudah begitu ingar
bawa aku ke liang-liang kuburan
liatnya tanah dan ranum bau melati
dilahirkan atau dilenyapkan. Sama saja.
Mirat-mirat bengis di sikap kuburku
sudah jelas dosanya.
23 Oktober 2024
tak ada yang lebih menawan dari malam itu:
Leci.
Stroberi.
Kening.
Dansa.
Mata.
Mereka jatuh cinta.
September 2023
dan malam kini jauh
biru dan dingin di ruang sana
sana entah di mana ia
lenyapkan saja kau sepi
enyah dan pergilah ke sana
sana entah di mana ia
dan malam kini jauh.
9 Desember 2024
kini pagi memetik pagi yang sesungguhnya
saat pelupuk mata jatuh dalam bias-bias cahya danau itu
bayang-bayangku tak lagi menuntut bulan
sebab hari sudah pagi,
dan kini pagi memetik pagi yang sesungguhnya.
21 Februari 2025
Singaraja yang hujan
namun kulihat matamu yang basah
membanjiri kilang yang tandus
meluap di sisi dada ini
meruak dan menyeru tanpa tahu kapan harus berhenti.
2 Desember 2024
kutemukan cinta dalam sebongkah es krim
lumer dan dingin di langit-langit bibir
tanggal begitu lama
sampai kamu datang, ia meleleh
kering sedikit cair.
19 November 2024
di samping kanan kaldera Batur
di pinggang Dewi Danu
kupeluk ilalang, sementara pipimu lumer dilumat matahari
pagi semakin liat,
bocah-bocah berlarian
kita terbangun dan tidak lagi di pelipir gunung
kita berpeluk di ranjang dan di telepon genggam milik-Nya
25 Agustus 2024
tarian suci wanita suci
kiri kanan terpaut uang kepeng bolong
teruntai tali¬—sumbu
dan juga para ayah yang berbangga melihat anaknya menari untuk Tuhan.
13 Juli 2024
bias-bias cermin menyilapkan mata
memantul diantara pintu ruko-ruko jalanan
atau soal cinta di kaki Gunung Batur.
13 Juli 2024
Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain
Di era digitalisasi sekarang, dengan teknologi yang amat maju, ponsel pintar dan internet, orang-orang bisa berkomunikasi tanpa hambatan melalui telepon atau fitur pesan. Atau den...
SETIAP enam bulan sekali, tepat pada Saniscara Umanis Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati. Di sekolah-sekolah, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, suasana m...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 3 April 2026 Bali memiliki sejarah panjang yang kelam akibat kontestasi partai. Dari pemilu pertama tahun 1955, banjir berdarah 1965, sampai era re...
SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album ke-11 ini akan di-laun...
“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi itu ia mengenakan kerudung cokelat dan baj...
SETIAP tanggal 2 April, dunia seakan berhenti sejenak untuk menyalakan warna biru: warna kesadaran autisme. Tetapi bagi banyak keluarga, termasuk keluarga kecil saya, warna itu ti...
BEBERAPA bulan setelah pemutusan hubungan kerja (PHK), nasib Sugiyatno tak menentu. Uang pesangon dari perusahaannya perlahan habis buat biaya hidup sehari-hari bersama istri dan...
TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutu...
Lebih dari Sekadar Matematikawan Ketika nama Srinivasa Ramanujan disebut, dunia segera mengingatnya sebagai jenius matematika. Rumus-rumusnya melampaui zamannya, bahkan hingga...
LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya...