Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
BUPATI Buleleng Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna setidaknya akan melakukan 6 hal pada 100 hari mereka menjadi pemimpin Kabupaten Buleleng.
“Program dan kebijakan prioritas dimaksud menjadi bagian penting bagi kami dalam mewujudkan langkah nyata dan realistis dalam membangun kabupaten buleleng yang lebih maju, adil dan sejahtera. Sebagai bentuk komitmen jangka pendek kami juga telah menyusun rencana kerja 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, dengan menyasar berbagai elemen masyarakat,” kata Sutjidra saat menyampaikan pidatonya dalam acara serah terima jabatan dengan Pj. Bupati Ketut Lihadnyana di Gedung DPRD Buleleng, Rabu, 5 Maret 2025.
Enam hal itu adalah:
Acara serah terima jabatan di Gedung DPRD Buleleng itu berlangsung lancar.
Sutjidra datang dengan wakilnya, Gede Supriatna, bersama istri mereka. Suara pelan dari tabuh selisir oleh Komunitas Karya Remaja mengantarkan mereka ke tempat duduk yang empuk.
Yang kemudian disusul dengan Tari Panyembrama oleh beberapa penari yang anggun gerakannya itu menyambut mereka.
Keanggunan itu membuat semua orang kembali merefleksikan dirinya di kursi agung dalam lima tahun ke depan bersama bupati anyar, seperti apa Buleleng akan dibawa oleh pasangan Sutjidra dan Supriatna.
Sutjidra, memandang yakin ada banyak permasalahan pembangunan daerah yang harus ditangani di Buleleng segera, katanya. Seperti aksesibilitas pendidikan, kesehatan, jaringan infrastrukur.
Terus lagi, penurunan kemiskinan, stunting, kesempatan kerja, penguatan sektor ekonomi, pelestarian budaya, dan sejumlah persoalan mendesak lainya yang segera perlu ditangani.
“Untuk menyikapi permasalahan tersebut, dalam 5 tahun ke depan, kami memberikan prioritas pembangunan pada lima bidang,” kata Sutjidra saat berpidato.
Sampai di sini, ia melanjutkan beberapa bidang yang dianggapnya sangat penting untuk ditinjau kekurangannya. Antara lain bidang sandang, pangan dan papan. Juga bidang kesehatan dan pendidikan. bidang tenaga kerja, sosial, bantuan sosial dan jaminan sosial tenaga kerja.
Selain itu juga bidang adat, agama, seni, tradisi dan budaya. Bidang infrastruktur, umkm, pariwisata dan lingkungan hidup.
Kemudian disebutkan juga isu kemiskinan di kabupten dengan luas wilayah 1.366 km2 atau 24,25% dari luas wilayah pulau Bali itu, dengan jumlah penduduk sekitar 827 ribu atau terbanyak di Bali.
Sutjidra menyoroti betul jumlah kemiskinan di Buleleng tahun 2024 dengan persentase 5,39% yang disertai pengangguran sebesar 3,6% itu, bukan hal yang spele. Harus segera di sapu.
Maka, ia dan wakilnya akan lebih tilik menyapu kesenjangan sosial ekonomi masyarakat melalui program kerja yang mengarah pada penyelesaian masalah-masalah kesejahteraan di masyarakat.
Selain semua itu, pada awal pemerintahannya ada 6 hal yang dikerjakan dengan segera. Ya, seperti disebutkan pada tulisan awal ini. Nomor 6 pemasangan lampu hias. Apakah itu berkaitan dengan kemiskinan? [T][Son]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...